Rabu, 29 April 2026

KISI- KISI US PENDIDIKAN SD

KISI- KISI UJIAN SATUAN PENDIDIKAN

SEKOLAH DASAR

TAHUN PELAJARAN 2025/2026

Mata Pelajaran          : PAI&BP

No

Materi

Kelas

Indikator Soal

Level

Bentuk soal

No. Soal

1

Memahami pesan pokok Q.S al-Ḥujurat /49:13

IV

Disajikan informasi tentang keberagaman, murid mampu mengaitkannya dengan potongan ayat dalam surah al-Hujurat ayat 13 secara tepat.

L3

PG

1

 

Berikut keterkaitan antara konsep keberagaman dan potongan ayat tersebut:

1.    Keberagaman Suku dan Bangsa

· Potongan Ayat: ...وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا...

· Makna/Kaitan: Allah SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku.

· Contoh bagi Murid: Di dalam kelas terdapat teman yang berasal dari suku Jawa, Sumatera, Papua, atau memiliki warna kulit dan bahasa yang berbeda. Perbedaan ini adalah kehendak Allah untuk memperkaya interaksi.

2.    Tujuan Keberagaman saling mengenal (Lita’aarofu)

· Potongan Ayat: ...لِتَعَارَفُوا...

· Makna/Kaitan: Tujuan utama perbedaan adalah ta'aruf (saling mengenal, bertukar budaya, dan memahami tradisi lain).

· Contoh bagi Murid: Murid tidak boleh mengejek dialek teman yang berbeda, melainkan belajar sopan santun dari budaya tersebut untuk mempererat persaudaraan (toleransi).

3.    Persamaan derajat di sisi Allah

· Potongan Ayat: ...إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ...

· Makna/Kaitan: Allah tidak memuliakan seseorang berdasarkan suku, kekayaan, atau fisik, melainkan berdasarkan tingkat ketakwaannya.

· Contoh bagi Murid: Murid berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang sosial atau ekonomi, karena yang dinilai adalah akhlak dan ketakwaannya.

4.    Larangan Raisisme dan Diskriminasi

· Kaitan Ayat: Ayat ini merupakan landasan anti-diskriminasi, melarang manusia bersikap sombong atau merendahkan kelompok lain.

· Contoh bagi Murid: Murid harus menghindari perilaku bullying yang berbasis perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan).


2

Sifat-sifat Rasul

IV

Disajikan pernyataan tentang perilaku Rasulullah Saw. Murid mampu menyimpulkan perilaku tersebut kedalam salah satu sifat wajib Rasul

L3

PG

2

 

1. Perilaku: Kejujuran dalam Perkataan dan Perbuatan 

·  Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW tidak pernah berdusta, baik dalam bercanda maupun serius. Beliau selalu berdagang dengan jujur, menjelaskan cacat barang dagangannya.

·  Kesimpulan Sifat Wajib: Shiddiq (Jujur/Benar). 

2. Perilaku: Menjaga Titipan dan Terpercaya 

·  Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW dijuluki Al-Amin (yang terpercaya) oleh penduduk Mekkah bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi. Beliau mengembalikan barang titipan penduduk Mekkah melalui Ali bin Abi Thalib saat hijrah ke Madinah.

·  Kesimpulan Sifat Wajib: Amanah (Dapat dipercaya). 

3. Perilaku: Menyampaikan Kebenaran Meskipun Berat 

·  Contoh Perilaku: Rasulullah SAW tetap menyampaikan wahyu dan ajaran Islam kepada kaum Quraisy meskipun dihina, diancam, dan diintimidasi.

·  Kesimpulan Sifat Wajib: Tabligh (Menyampaikan). 

4. Perilaku: Bijaksana dalam Mengambil Keputusan

·  Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW berhasil menengahi perselisihan antarsuku Quraisy saat peletakan Hajar Aswad dengan cara yang cerdas (menggunakan kain) dan merumuskan Perjanjian Hudaibiyah yang strategis.

·  Kesimpulan Sifat Wajib: Fathonah (Cerdas/Bijaksana).

 

3

Hidup Lapang dengan Berbagi

V

Disajikan deskripsi salah satu mustahiq zakat, murid mampu menyebutkan kategori golongan mustahiq zakat dengan tepat

L1

PG

3

 

berhak menerima zakat (mustahik): 

rincian 8 golongan tersebut:

1.    Fakir: Orang yang hampir tidak memiliki apa-apa, sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.

2.    Miskin: Orang yang memiliki harta atau pekerjaan, namun tidak mencukupi untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

3.    Amil:Pengelola zakat, yaitu orang yang bertugas mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat.

4.    Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk memantapkan iman serta solidaritas.

5.    Riqab: Hamba sahaya atau budak yang ingin memerdekakan diri (kurang relevan di masa modern).

6.    Gharim: Orang yang memiliki utang untuk kebutuhan halal dan tidak mampu melunasinya.

7.    Fi Sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah (dakwah, pendidikan, kesehatan, panti asuhan).

8.    Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan, bukan perjalanan maksiat

 

4

Hikmah Hijrah Nabi Muhammad saw.

V

Disajikan kisah perjuangan Rasulullah hijrah ke Madinah, murid mampu menemukan keteladanan dari kisah tersebut

L3

PG

4

 

Keteladanan dari Kisah Hijrah

·       Keteguhan Iman dan Tawakal (Percaya pada Allah): Meski terancam bahaya, Nabi tetap tenang karena yakin akan perlindungan Allah.

·       Perencanaan dan Strategi (Ikhtiar): Nabi tidak hanya pasrah, tetapi merencanakan hijrah dengan sangat detail (memilih teman, jalur, dan waktu yang tepat).

·       Keberanian dan Pengorbanan: Rasulullah dan para sahabat rela meninggalkan tanah kelahiran, rumah, dan harta benda demi mempertahankan akidah.

·       Kejujuran dan Amanah: Meskipun Nabi adalah musuh kaum Quraisy, mereka masih menitipkan barang berharga kepadanya. Nabi mengamanahkan Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang-barang tersebut sebelum menyusul hijrah.

·       Persaudaraan (Ukhuwah): Nabi menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, menciptakan komunitas yang saling membantu tanpa memandang suku/asal.

·       Kecerdasan Membangun Komunitas: Langkah awal membangun masjid menunjukkan pentingnya ibadah dan persatuan sebagai landasan masyarakat.

·       Sikap Sabar dan Pemaaf: Nabi menghadapi musuh dengan sabar dan tidak mendendam, salah satunya terhadap Suraqah bin Malik yang ingin menangkapnya namun akhirnya dimaafkan. 

 

5

Hadis tentang keragaman

V

Disajikan beberapa pernyataan tentang kandungan hadis keragaman, murid mampu menunjukkan pernyataan yang sesuai dengan isi hadis tersebut.

L1

PG

5

 

Hadis Utama tentang Kesetaraan dan Keragaman:

·  Pentingnya Ketakwaan, Bukan Rupa:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." (HR. Muslim).

·  Kesetaraan Suku dan Bangsa:

"...Tidak ada kelebihan bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab), dan tidak ada kelebihan bagi orang Ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang kulit putih atas kulit hitam, atau kulit hitam atas kulit putih, kecuali dengan ketakwaannya..." (HR. Baihaqi).

·  Persaudaraan Manusia:

"Wahai manusia, sesungguhnya Tuhan kalian satu, dan bapak kalian satu (Adam). Kalian semua berasal dari Adam, dan Adam dari tanah..." (HR. Ahmad).

Berikut adalah rincian kandungan hadis terkait keragaman:

·       Kesetaraan Manusia: Hadis menegaskan bahwa seluruh manusia berasal dari nenek moyang yang sama (Nabi Adam A.S.), sehingga tidak ada kelebihan ras atau suku tertentu di atas yang lain.

·       Ketakwaan sebagai Ukuran: Allah tidak melihat rupa atau harta, melainkan hati dan amal perbuatan manusia.

·       Prinsip Toleransi: Islam mengajarkan untuk hidup berdampingan secara damai dan toleran (al-hanifiyyah as-samhah) dalam perbedaan.

·       Larangan Diskriminasi: Hadis melarang keras perilaku merendahkan atau meremehkan orang lain karena perbedaan fisik, suku, atau status sosial.

 

6

Makna Hari Akhir

V

Disajikan informasi tentang peristiwa hari kiamat, murid mampu mengkategorikan peristiwa tersebut kedalam jenis hari kiamat

L3

PG

6

7

Hikmah menyatakan penyesalan

VI

Disajikan ilustrasi tentang perilaku seorang pelajar terhadap temannya, murid mampu menemukan hikmah yang terkandung didalamnya

L3

PG

7

 

Perilaku positif pelajar terhadap teman meliputi empati, toleransi, dan sopan santun untuk menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis. Contoh tindakan nyata mencakup menjenguk teman sakit, membantu kesulitan akademik, menghargai perbedaan, serta menghindari bullying. Sikap ini penting untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan belajar bersama. 

Berikut adalah rincian perilaku pelajar yang baik terhadap teman:

·  Menunjukkan Empati dan Kepedulian:

o   Membantu teman yang mengalami kesulitan, misalnya dengan meminjamkan alat tulis atau menjelaskan materi pelajaran yang belum dipahami.

o   Menjenguk teman yang sedang sakit.

o   Menunjukkan kepedulian terhadap teman sekelas, yang memupuk rasa saling menghargai.

·  Menerapkan Toleransi dan Penghormatan:

o   Menghargai perbedaan pendapat, latar belakang, dan keyakinan, serta tidak melakukan diskriminasi.

o   Menggunakan bahasa yang sopan, ramah, dan menghindari kata-kata kasar atau menghina.

o   Memperhatikan saat teman berbicara dan memanggil dengan sebutan yang baik.

·  Menjaga Hubungan Baik (Adab Berteman):

o   Mengucapkan salam saat bertemu dan bersikap ramah.

o   Tidak memotong pembicaraan orang lain.

o   Menjaga rahasia atau aib teman.

·  Peran Aktif dalam Pencegahan Konflik:

o   Berani menegur atau melaporkan tindakan perundungan (bullying) kepada guru.

o   Mendukung teman yang menjadi korban perilaku tidak menyenangkan. 

 

8

Hikmah dan keutamaan puasa sunnah

VI

Disajikan pernyataan tentang puasa sunnah, murid mampu mengaitkan hikmah yang sesuai dengan pernyataan tersebut dengan tepat

L3

PG

8

9

Memahami pesan pokok surah ad-Dhuha

VI

Disajikan salah satu ayat surah Ad-Duha, murid mampu menemukan contoh perilaku yang sesuai dengan ayat tersebut

L3

PG

9

 

Berikut adalah rincian perilaku berdasarkan ayat-ayat Surat Ad-Duha:

·       Ayat 1-3: Optimisme dan Husnuzan (Berprasangka Baik)

o Perilaku: Membangun keyakinan bahwa Allah tidak meninggalkan hambanya dan tidak membencinya. Bersabar saat menghadapi masa sulit, yakin ada hikmah di balik kegelapan (malam) dan kecerahan (duha).

·       Ayat 4-5: Berpengharapan Baik terhadap Masa Depan

o Perilaku: Optimis bahwa masa depan akan lebih baik daripada masa sekarang. Yakin bahwa Allah akan memberikan karunia hingga hati menjadi puas.

·       Ayat 6-8: Mengingat Nikmat Allah (Syukur)

o Perilaku: Selalu bersyukur atas perlindungan dan petunjuk Allah. Mengingat masa lalu untuk meningkatkan etos kerja dan kebergantungan kepada Allah.

·       Ayat 9: Kasih Sayang terhadap Anak Yatim

o Perilaku: Melarang berbuat sewenang-wenang (seperti menghardik atau mengambil hak) terhadap anak yatim.

·       Ayat 10: Lemah Lembut terhadap Orang yang Meminta

o Perilaku: Larangan menghardik orang yang meminta-minta atau peminta pertolongan. Menunjukkan kepedulian sosial.

·       Ayat 11: Menyebarkan Nikmat Allah (Syukur Sosial)

o Perilaku: Menyebut-nyebut (menceritakan) nikmat Allah sebagai bentuk syukur. Berbagi kebahagiaan dan nikmat kepada sesama. 

 

10

Syarat mendapat ampunan Allah Swt.

VI

Disajikan cerita tentang seseorang yang ingin bertaubat kepada Allah Swt., murid mampu menentukan syarat untuk mendapatkan ampunan Allah Swt.

L2

PG

10

 

Adab Terhadap Allah (Taubat):
Jika penyesalan terkait dosa kepada Allah, adabnya adalah melakukan sholat taubat, memohon ampun dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha), dan berjanji meninggalkan dosa tersebut.

 

11

Pentingnya menyatakan penyesalan

VI

Disajikan ilustrasi tentang seorang pelajar yang ingin menyatakan penyesalan, murid mampu memerinci adab dalam dalam menyatakan penyesalan

L3

PG Kompleks

11

 

Adab-Adab dalam Menyatakan Penyesalan:

·       Mengakui Kesalahan dengan Jujur: Mengakui perbuatan salah tanpa mencari alasan atau menyalahkan orang lain.

·       Tulus dan Sungguh-sungguh: Permintaan maaf harus tulus (bukan basa-basi), yang ditunjukkan melalui tutur kata dan bahasa tubuh yang baik.

·       Berjanji Tidak Mengulangi: Menunjukkan komitmen kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

·       Segera Meminta Maaf: Tidak menunda-nunda untuk meminta maaf begitu menyadari kesalahan.

·       Memperbaiki Dampak: Berusaha memperbaiki kerugian atau dampak yang ditimbulkan akibat kesalahan.

·       Rendah Hati (Tawadhu): Membuang rasa angkuh dan ikhlas mengakui kelemahan diri.

·       Ikhlas karena Allah: Jika meminta maaf kepada sesama manusia, diniatkan untuk menjalin persaudaraan dan mendapat rida Allah. 

 

12

Sebab-sebab halal dan haram

VI

Disajikan ilustrasi tentang perilaku seseorang dalam kehidupan, murid mampu menentukan kategori perilaku halal dan haram secara tepat

L2

PG Kompleks

12

 

Kategori Perilaku Halal

Perilaku halal mencakup tindakan kebaikan, kejujuran, dan ketaatan. Contohnya: 

·       Makanan dan Minuman: Halal zatnya (tidak haram), cara perolehannya sah (tidak mencuri), dan diproses dengan benar.

·       Muamalah (Transaksi Ekonomi): Jual beli yang jujur, tidak mengandung riba, gharar (ketidakpastian), atau maysir (judi).

·       Perilaku Sehari-hari: Berkata jujur, berbakti kepada orang tua, menjaga kebersihan, bersedekah, dan menuntut ilmu. 

Kategori Perilaku Haram

Perilaku haram adalah segala tindakan yang dilarang, yang seringkali merusak diri sendiri atau orang lain. Contohnya: 

·       Makanan dan Minuman: Mengonsumsi babi, darah, bangkai, atau khamar (minuman keras).

·       Perilaku/Moral: Berzina, berbohong, ghibah (bergosip), mencuri, zalim, dan memutus silaturahmi.

·       Ekonomi: Melakukan riba, penipuan (gharar), perjudian, dan suap.

 

13

Jasa - jasa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab

VI

Disajikan tabel yang berisi jasa Khulafaur Rasyidin, murid mampu mengklasifikasikan Jasa Khalifah Abu Bakar Shidiq dan Umar Bin Khatab dengan tepat

L2

PG Kompleks

13

 

Jasa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq (632-634 M):

·       Mengumpulkan Mushaf Al-Qur'an: Memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk mengumpulkan wahyu yang tersebar karena banyaknya penghafal Quran yang gugur di Perang Yamamah.

·       Perang Riddah: Memberantas nabi palsu (seperti Musailamah al-Kazzab), orang murtad, dan pembangkang zakat.

·       Perluasan Wilayah: Memulai ekspansi Islam ke wilayah kekuasaan Persia dan Romawi.

·       Menstabilkan Negara: Membangkitkan kepercayaan diri umat Islam pasca wafatnya Rasulullah SAW. 

Jasa Khalifah Umar bin Khattab (634-644 M): 

·       Administrasi Negara: Membentuk Diwan (lembaga negara/departemen), termasuk baitul mal, kepolisian, dan mengatur peradilan.

·       Penetapan Kalender Hijriah: Menetapkan peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan Islam.

·       Ekspansi Besar-besaran: Pembebasan wilayah Syam, Mesir, Irak, dan Persia.

·       Pembangunan Infrastruktur: Membangun kota-kota baru (seperti Kufah dan Basrah), memperbaiki saluran irigasi, dan jalur komunikasi.

·       Sosial: Menyantuni anak yatim, mendirikan lembaga sosial, dan menjamin kesejahteraan rakyat.

 

14

Memahami pesan pokok surah al-A’la

VI

Disajikan narasi tentang kandungan surah Al-A’la, murid mampu menunjukan contoh perilaku yang sesuai dengan surah al-A’la

L1

PG Kompleks

14

 

Berikut adalah kandungan utama Surah Al-A'la dan contoh perilaku yang sesuai:

Kandungan Utama Surah Al-A'la:

·       Perintah Menyucikan Allah: Ayat pertama memerintahkan untuk bertasbih menyebut nama Allah Yang Maha Tinggi.

·       Kekuasaan Allah: Allah adalah pencipta, penyempurna ciptaan, dan pengatur takdir (kadar) bagi makhluk-Nya.

·       Wahyu dan Ajaran: Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan peringatan.

·       Pentingnya Akhirat: Menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih baik dan kekal daripada kehidupan dunia.

·       Keberuntungan Orang Beriman: Orang yang menyucikan diri dan mengingat Allah (berdzikir) akan beruntung. 

 

15

Sikap terhadap takdir Allah Swt.

VI

Disajikan ilustrasi tentang keadaan seseorang yang menjalani takdir dari Allah Swt. murid mampu menemukan perilaku yang mencerminkan beriman kepada Qadha’ dan Qadar

L3

PG Kompleks

15

 

Berikut adalah perilaku yang mencerminkan iman kepada qada dan qadar:

·  Ikhtiar Maksimal: Berusaha sungguh-sungguh untuk mencapai keberhasilan dalam hal rezeki, jodoh, maupun cita-cita, serta memiliki etos kerja yang tinggi.

·  Tawakal: Menyerahkan segala hasil usaha kepada Allah SWT setelah berusaha, dengan meyakini hasil terbaik yang Allah tetapkan.

·  Sabar dan Ikhlas: Tidak berputus asa atau marah saat mengalami kegagalan, kehilangan, atau musibah, melainkan bersabar.

·  Bersyukur: Tidak sombong atas keberhasilan yang dicapai, melainkan menyadari bahwa hal tersebut adalah nikmat dan ketetapan Allah.

·  Qana'ah: Merasa cukup dan rela menerima segala pemberian serta ketentuan Allah dalam hidupnya.

·  Berprasangka Baik (Husnuzan): Selalu berprasangka baik kepada Allah atas setiap kejadian yang menimpa diri.

·  Berani dan Bertanggung Jawab: Berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas perilaku, karena yakin segala sesuatu berasal dari dan kembali kepada Allah. 

 

16

Sikap peduli terhadap lingkungan

VI

Disajikan gambar yang berisi perilaku manusia terhadap lingkungan, murid mampu mengemukakan dampaknya secara tepat

L2

PG Kompleks

16

 

Contoh Perilaku Manusia Terhadap Lingkungan:

·  Dampak Negatif (Perusak):

o   Pencemaran Limbah: Membuang sampah sembarangan (plastik/logam) yang mencemari air dan tanah, serta menimbulkan penyakit.

o   Pencemaran Udara: Pembakaran bahan bakar fosil, hutan, atau semak yang memicu perubahan iklim dan erosi tanah.

o   Deforestasi: Penebangan hutan liar yang mengurangi oksigen dan habitat satwa.

o   Pemborosan Energi: Penggunaan energi yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan.

·  Dampak Positif (Pelindung):

o   Reboisasi & Penghijauan: Menanam pohon untuk menjaga kelestarian flora dan fauna.

o   Pengelolaan Sampah: Menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan membuang sampah sesuai jenisnya.

o   Konservasi Sumber Daya: Menggunakan SDA (air, energi) secara bijaksana.

o   Kerja Bakti: Membersihkan lingkungan sekitar secara rutin

 

17

Ketentuan puasa sunah

VI

Disajikan pernyataan tentang puasa sunnah, murid mampu menyebutkan ketentuan-ketentuan dalam menjalankan puasa sunnah

L1

PG Kompleks

17

 

Ketentuan lengkap dalam menjalankan puasa sunnah:

1. Syarat Wajib dan Syarat Sah

·  Syarat Wajib: Beragama Islam, berakal sehat, baligh (dewasa), dan mampu melaksanakannya.

·  Syarat Sah: Beragama Islam, berakal, suci dari haid dan nifas (bagi wanita), serta dikerjakan di hari yang diperbolehkan untuk berpuasa. 

2. Aturan Niat Puasa Sunnah

·  Waktu Niat: Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada malam hari (sebelum Subuh). Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah membolehkan pelakunya berniat di siang hari (sebelum waktu zawal/matahari bergeser ke tengah hari), dengan syarat ia belum makan, minum, atau melakukan hal-hal pembatal puasa sejak subuh.

·  Lafadz Niat: Niat harus sesuai dengan jenis puasa sunnah yang dikerjakan, dan diucapkan dalam hati (melafalkannya hukumnya sunnah). 

3. Aturan Membatalkan Puasa Sunnah

· Boleh Berbuka: Berbeda dengan puasa wajib, seseorang yang sedang menjalankan puasa sunnah diperbolehkan untuk membatalkan puasanya di tengah hari tanpa harus mengganti (meng-qadha) di kemudian hari, meskipun dianjurkan untuk menyempurnakannya. 

4. Ketentuan Khusus Bagi Istri

· Jika seorang istri ingin menjalankan puasa sunnah, ia disunnahkan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya jika sang suami sedang berada di rumah, agar ibadahnya lebih berkah dan tidak mengabaikan hak suami. 

5. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa 

· Sama seperti puasa wajib.

 

18

Jasa Khalifah Utsman bin Affan

VI

Disajikan informasi tentang jasa khalifah Utsman bin Affan, murid mampu memvalidasi jasa tersebut dengan pernyataan yang tepat

L3

PG Kompleks

18

 

Berikut adalah rincian jasa-jasa Khalifah Utsman bin Affan:

·       Standardisasi Al-Qur'an (Mushaf Utsmani): Jasa terbesarnya adalah membukukan Al-Qur'an ke dalam satu dialek standar (Quraisy) untuk menghindari perpecahan karena perbedaan cara baca. Mushaf ini kemudian disalin dan dikirim ke berbagai wilayah kekhalifahan.

·       Perluasan Wilayah Islam: Di masa pemerintahan beliau, wilayah Islam meluas hingga ke Armenia, Azerbaijan, Afghanistan, dan mencapai Afrika Utara (Maroko).

·       Pembentukan Angkatan Laut Pertama: Usman menyetujui usulan Muawiyah bin Abi Sufyan untuk membangun angkatan laut muslim pertama guna melindungi wilayah pesisir dari serangan Bizantium.

·       Renovasi Masjid Nabawi: Beliau memperluas dan memperindah Masjid Nabawi di Madinah seiring dengan bertambahnya jumlah umat Islam.

·       Kedermawanan dan Wakaf: Beliau terkenal sangat dermawan, salah satunya membeli sumur Raumah dari seorang Yahudi dan mewakafkannya untuk kepentingan umat Islam.

·       Stabilitas Ekonomi: Pada paruh pertama pemerintahannya, Usman berhasil menciptakan kemakmuran ekonomi, meskipun muncul krisis di akhir masa jabatannya. 

 

19

Jasa-Jasa Khalifah Ali bin Abi Thalib

VI

Disajikan narasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, murid mampu mengaitkannya dengan kebijakan yang dilakukan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib

L2

PG Kompleks

19

 

Perkembangan Utama Masa Pemerintahan Ali bin Abi Thalib:

·       Pengembangan Ilmu Bahasa Arab (Nahwu): Ali bin Abi Thalib berperan besar dalam mendorong lahirnya ilmu nahwu. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dalam membaca dan memahami Al-Qur'an serta Hadits seiring meluasnya wilayah Islam ke non-Arab.

·       Perkembangan Kota Kufah: Pemindahan pusat pemerintahan dari Madinah ke Kufah menjadikan Kufah sebagai pusat studi baru yang pesat, khususnya dalam ilmu tafsir, hadits, dan bahasa Arab.

·       Pendidikan dan Pengajaran: Ali dikenal sebagai khalifah yang cerdas, yang secara langsung mengajar para sahabat dan pengikutnya mengenai berbagai ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun sosial.

·       Kajian Hukum dan Politik: Kontribusi signifikan juga terjadi pada bidang keadilan sosial dan administrasi pemerintahan, yang merupakan pengembangan dari pemikiran hukum Islam.

 

20

Jasa-Jasa Khalifah Ali bin Abi Thalib

VI

Disajikan informasi tentang kebijakan Ali bin Abi Thalib murid mampu menentukan sikap teladanan Ali bin Abi Thalib dengan tepat

L2

PG Kompleks

20

 

Berikut adalah kebijakan utama Ali bin Abi Thalib dan sikap keteladanan yang dapat diambil:

·  Pemerataan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal

o   Kebijakan: Ali meratakan pembagian Baitul Mal, menetapkan pajak secara adil, dan mengontrol pasar.

o   Keteladanan: Murid belajar untuk tidak serakah, hidup sederhana, dan berbagi dengan sesama yang membutuhkan.

·  Keadilan Tanpa Pandang Bulu (Supremasi Hukum)

o   Kebijakan: Ia tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, bahkan saat bersengketa dengan warga biasa di pengadilan.

o   Keteladanan: Murid bersikap jujur, mengakui kesalahan, dan tidak memanfaatkan jabatan atau popularitas untuk berbuat tidak adil.

·  Ketegasan dan Anti-Nepotisme

o   Kebijakan: Memberhentikan gubernur yang tidak cakap dan menolak kerabat yang meminta fasilitas negara.

o   Keteladanan: Murid bersikap tegas dalam kebenaran, tidak curang, dan tidak nepotisme (tidak mendahulukan teman/saudara secara tidak adil).

·  Kecintaan pada Ilmu dan Penggunaan Bahasa

o   Kebijakan: Mendorong perbaikan tata bahasa Arab untuk menjaga kemurnian pemahaman agama.

o   Keteladanan: Murid rajin menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam belajar, dan berbicara dengan jujur.

·  Hikmah dan Ketenangan dalam Mengambil Keputusan

o   Kebijakan: Mengutamakan musyawarah dan tidak emosional dalam situasi konflik.

o   Keteladanan: Murid belajar untuk tidak mengambil keputusan saat marah dan tidak berjanji saat senang (menjaga komitmen).

 

21

Husnudzan

IV

Disajikan narasi tentang konsep husnudzan, murid dapat mencontohkan bentuk husnudzan  yang sesuai

L2

Benar/ Salah

21

 

Berikut adalah rincian contoh bentuk husnudzan yang sesuai:

·       Husnudzan kepada Allah SWT (Berprasangka Baik kepada Allah)

o Sabar saat ditimpa musibah: Yakin bahwa ujian tersebut adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa atau meningkatkan derajat, bukan bentuk kebencian.

o Bersyukur atas nikmat: Yakin bahwa apa yang diberikan Allah adalah yang terbaik, meskipun tidak sesuai keinginan.

o Berdoa dengan yakin: Yakin bahwasanya Allah akan mengabulkan doa, baik secara langsung maupun dalam bentuk lain yang lebih baik.

·       Husnudzan kepada Diri Sendiri (Berprasangka Baik pada Diri Sendiri)

o Percaya diri: Yakin bahwa diri sendiri memiliki kemampuan untuk menyelesaikan tugas atau menghadapi kesulitan.

o Optimis dan gigih: Tidak mudah menyerah dan selalu berprasangka bahwa usaha keras akan membuahkan hasil.

o Inisiatif: Mengambil tindakan positif untuk memperbaiki diri atau situasi.

·       Husnudzan kepada Sesama Manusia (Berprasangka Baik kepada Orang Lain)

o Tabayyun (Klarifikasi): Ketika mendengar kabar buruk tentang seseorang, tidak langsung mempercayainya, melainkan mencari kebenaran terlebih dahulu.

o Mengingat kebaikan: Saat seseorang berbuat kesalahan, diingat kembali kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukannya.

o Mencari alasan positif: Mencari alasan "pembenaran" yang baik atas perilaku seseorang yang tampak mencurigakan.

o Tidak iri hati: Ikut senang atas nikmat yang didapat orang lain dan yakin Allah adil

 

22

Asmaul Husna Al-Ghaffar, Al-‘Afuw, Al-Wahid, Al-Wahid dan As Shamad

VI

Disajikan narasi tentang Asmaul Husna, murid dapat menjelaskan nama Asmaul Husna dengan artinya

L1

Benar/ Salah

22

 

Berikut adalah penjelasan rinci makna masing-masing Asmaul Husna:

·   Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun)

o  Makna: Allah Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat secara berulang kali, serta menutupi aib-aib mereka di dunia dan akhirat.

o  Contoh Penerapan: Tidak menonjolkan kesalahan orang lain dan rajin beristigfar.

·   Al-‘Afuw (Yang Maha Pemaaf)

o  Makna: Allah Maha Pemaaf yang menghapuskan, melenyapkan, atau menghilangkan dosa-dosa hamba-Nya seolah-olah tidak pernah berbuat dosa. Berbeda dengan Al-Ghaffar yang menutupi dosa, Al-'Afuw menghapus dosanya.

o  Contoh Penerapan: Memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus tanpa menyisakan rasa benci.

·   Al-Wahid (Yang Maha Esa/Tunggal)

o  Makna: Allah Maha Esa atau Satu, tidak ada sekutu, tandingan, maupun keserupaan bagi-Nya dalam zat, sifat, maupun perbuatan.

o  Contoh Penerapan: Menjaga keimanan hanya kepada Allah (Tauhid) dan tidak menyekutukan-Nya.

·   As-Shamad (Yang Maha Dibutuhkan/Tempat Bergantung)

o  Makna: Allah adalah satu-satunya zat yang menjadi tujuan, tumpuan, dan tempat bergantung bagi seluruh makhluk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka.

o  Contoh Penerapan: Hanya memohon pertolongan kepada Allah dan tidak bergantung pada makhluk lain.

 

23

Maaf dan memaafkan serta pentingnya menyatakan penyesalan

VI

Disajikan sebuah konflik sosial, peserta didik dapat mencontohkan sikap menyatakan penyesalan

L2

Benar/ Salah

23

 

Sikap dalam Menyatakan Penyesalan 

·   Tulus dan Sungguh-sungguh: Mengucapkan maaf dengan nada bicara yang rendah hati dan tidak dibuat-buat.

·   Kontak Mata dan Bahasa Tubuh: Menunjukkan keseriusan dengan menatap lawan bicara dan tidak bersikap meremehkan.

·   Siap Menerima Konsekuensi: Tidak memaksa untuk langsung dimaafkan, melainkan siap menerima dampak dari kesalahan yang dilakukan.

 

24

Iman kepada Hari Akhir

V

Disajikan artikel singkat tentang fenomena alam yang dikaitkan dengan tanda-tanda hari akhir, murid dapat menjelaskan tanda-tanda hari akhir

L2

Benar/ Salah

24

 

Berikut adalah rincian tanda-tanda hari akhir menurut ajaran Islam:

Tanda-Tanda Kecil (Shughra) (Sebagian besar telah/sedang terjadi): 

·       Diutus dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW: Awal mula tanda akhir zaman.

·       Ilmu Agama Diangkat: Wafatnya para ulama sehingga kebodohan merajalela.

·       Perzinaan dan Khamr: Tersebar luas dan dilakukan secara terang-terangan.

·       Anak Durhaka: Banyak anak yang memperlakukan ibunya seperti hamba sahaya.

·       Gedung Pencakar Langit: Orang Arab miskin berlomba-lomba membangun gedung tinggi.

·       Waktu Terasa Singkat: Tahun terasa seperti bulan, bulan seperti minggu, minggu seperti hari.

·       Amanah Diabaikan: Urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. 

Tanda-Tanda Besar (Kubra) (Terjadi berurutan, mendekati hari kehancuran): 

·      Munculnya Imam Mahdi: Pemimpin adil yang akan menyebarkan ajaran Islam.

·      Keluarnya Dajjal: Fitnah terbesar, sosok penipu yang membawa fitnah agama.

·      Turunnya Nabi Isa AS: Membunuh Dajjal dan memimpin dunia dengan adil.

·      Ya'juj dan Ma'juj: Suku perusak yang keluar dan membuat kerusakan di muka bumi.

·      Dabbah (Binatang Melata): Binatang yang keluar dari perut bumi dan dapat berbicara untuk memisahkan mukmin dan kafir.

·      Dukhan (Kabut Asap): Asap tebal yang menutupi bumi selama 40 hari.

·      Matahari Terbit dari Barat: Pintu tobat ditutup.

·      Tiga Gerhana (Khasf): Gerhana di timur, barat, dan Jazirah Arab.

·      Api dari Yaman: Api besar yang menggiring manusia ke padang Mahsyar.

·      Hancurnya Ka'bah: Ka'bah dihancurkan oleh Dzu As-Suwaiqatain (makhluk dari Habasyah).

 

25

QS Al-A'la

VI

Disajikan  pernyataan tentang isi kandungan QS Al-A'la, murid dapat menjelaskan kebenaran pernyataan tersebut

L2

Benar/ Salah

25

 

Berikut adalah rincian isi kandungan QS Al-A'la:

·       Perintah Menyucikan Allah (Ayat 1-5): Memerintahkan untuk bertasbih dan menyucikan nama Allah Yang Maha Tinggi, Pencipta alam semesta, yang menentukan takdir, dan memberi petunjuk.

·       Jaminan Wahyu kepada Nabi Muhammad (Ayat 6-9): Allah menjamin Nabi Muhammad SAW akan menghafal Al-Qur'an dan tidak akan melupakannya, serta memerintahkan memberikan peringatan.

·       Dua Golongan Manusia (Ayat 10-13): Orang yang takut kepada Allah akan menerima peringatan, sedangkan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya dan masuk ke dalam api neraka.

·       Keberuntungan Orang Beriman (Ayat 14-15): Orang yang menyucikan diri dengan beriman, mengingat nama Tuhannya, dan mendirikan shalat akan mendapatkan keberuntungan.

·       Kritik terhadap Cinta Dunia (Ayat 16-17): Peringatan bahwa manusia sering mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat jauh lebih baik dan kekal.

·       Kebenaran yang Terulang (Ayat 18-19): Pesan-pesan ini juga terdapat dalam kitab-kitab terdahulu (suhuf) Ibrahim dan Musa.

 

26

Makanan Halal dan Haram

VI

Disajikan data statistik perkembangan produk makanan berlabel halal di Indonesia, murid menentukan kebenaran pernyataan terkait hukum makanan halal dan haram

L2

Benar/ Salah

26

 

Makanan halal adalah segala jenis makanan/minuman yang diizinkan syariat (bersih, aman, dan disembelih secara Islami), sementara haram adalah yang dilarang (bangkai, babi, darah, khamar/alkohol). Kriterianya mencakup zat (bahan), cara perolehan, dan proses pengolahannya. Contoh: Nasi, daging sapi, sayur, ikan, air, kopi (Halal). 

Makanan dan Minuman Halal

·       Hewan Ternak: Sapi, kambing, domba, unta, ayam, itik.

·       Hasil Laut: Segala ikan dan hewan yang hidup di air.

·       Nabati: Sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian.

·       Minuman: Air putih, susu, teh, kopi, jus buah.

·       Syarat: Disembelih menyebut nama Allah, tidak tercampur zat haram. 

Makanan dan Minuman Haram

·       Zatnya: Babi, darah (marus), bangkai (hewan mati bukan disembelih, kecuali ikan/belalang).

·       Binatang Bertaring/Berkuku Tajam: Anjing, tikus, katak, harimau, burung elang, burung beo.

·       Minuman Memabukkan: Khamar, bir, anggur (wine), atau produk fermentasi yang memabukkan.

·       Faktor Eksternal: Makanan hasil curian, suap, makanan tercampur najis, atau disembelih untuk sesajen

 

27

Iman kepada Qadha dan Qadar

VI

Disajikan studi kasus tentang sikap seseorang dalam menghadapi musibah dan keberhasilan, murid dapat menentukan kebenaran pernyataan yang berkaitan dengan konsep Qadha dan Qadar

L3

Benar/ Salah

27

 

Berikut adalah panduan sikap dan penentuan kebenaran pernyataan terkait konsep Qadha dan Qadar:

Sikap Saat Menghadapi Musibah 

·       Sabar dan Ikhlas: Menerima musibah sebagai ujian dari Allah dan tidak meratapi nasib secara berlebihan.

·       Husnuzan (Berprasangka Baik): Yakin bahwa ada hikmah di balik setiap takdir buruk, meskipun terasa pahit.

·       Tawakal: Berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha maksimal untuk mengatasi masalah.

·       Contoh: Mengucapkan kalimat istirja' ("Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un") saat tertimpa musibah. 

Sikap Saat Meraih Keberhasilan (Nikmat)

·       Bersyukur: Mengakui bahwa keberhasilan adalah nikmat Allah, bukan semata-mata karena kehebatan diri sendiri.

·       Tidak Sombong: Sadar bahwa keberhasilan adalah takdir yang Allah berikan dan dapat diubah atau diambil kembali oleh-Nya.

·       Meningkatkan Amal Saleh: Menggunakan keberhasilan untuk berbagi dan beribadah lebih giat.

 

28

Islam Masa Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib

VI

Disajikan narasi singkat berisi pernyataan tentang masa pemerintahan khalifah Utsman bin Affan, murid dapat menentukan pernyataan yang benar atau salah

L2

Benar/ Salah

28

 

Utsman bin Affan (644–656 M/23–35 H) menjabat sebagai khalifah ketiga selama 12 tahun, terlama di antara Khulafaur Rasyidin. Pemerintahan terbagi menjadi dua periode: enam tahun pertama stabil dengan ekspansi wilayah pesat (Persia, Afrika Utara), dan enam tahun terakhir ditandai gejolak politik/fitnah karena tuduhan nepotisme. 

Berikut adalah poin-poin penting masa pemerintahan Utsman bin Affan:

·       Kodifikasi Al-Qur'an: Prestasi terbesar adalah menyeragamkan bacaan Al-Qur'an menjadi satu mushaf standar (Mushaf Usmani) untuk menghindari perselisihan.

·       Perluasan Wilayah & Angkatan Laut: Islam meluas hingga ke Armenia, Tunisia, Siprus, dan Afrika Utara. Utsman juga membentuk angkatan laut pertama umat Islam.

·       Pembangunan Infrastruktur: Memperbaiki sistem ekonomi, perluasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta pembangunan infrastruktur publik.

·       Tantangan Internal: Periode akhir pemerintahannya diwarnai perlawanan dari kelompok yang tidak puas, yang berujung pada fitnah besar dan syahidnya beliau pada 17 Juni 656 M.

 

29

Usia Balig

IV

Disajikan wacana kontekstual tentang pertumbuhan remaja, murid dapat mengidentifikasi tanda-tanda balig dengan keterangan yang tepat

L1

Menjodohkan

29

 

Balig (dewasa) ditandai dengan ihtilaam (mimpi basah), haid (menstruasi), atau mencapai usia 15 tahun (Qamariyah). Tanda ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, menandakan kewajiban syariat (mukallaf) dimulai. Secara biologis, ini melibatkan perubahan fisik seperti suara memberat, pertumbuhan jakun, atau pertumbuhan payudara. 

Berikut adalah tanda-tanda balig dengan keterangan yang tepat menurut fiqh:

·  Ihtilaam (Mimpi Basah): Keluarnya air mani (sperma) dari kemaluan, baik dalam kondisi tidur maupun terjaga, setelah usia minimal 9 tahun Hijriah.

·  Haid (Menstruasi): Keluarnya darah dari rahim perempuan secara rutin, biasanya dimulai pada usia 9 tahun Hijriah atau lebih.

·  Genap Berusia 15 Tahun: Jika seseorang belum mengalami mimpi basah atau haid hingga mencapai usia 15 tahun menurut kalender Hijriah (Qamariyah), maka ia otomatis dihukumi balig.

 

30

QS Al-Ma'un

V

Disajikan penggalan ayat-ayat QS Al-Ma'un, murid dapat mengkategorikan penggalan ayat dengan hukum bacaan yang tepat

L2

Menjodohkan

30

 

Berikut adalah rincian tajwid pada beberapa ayat:

·       Ayat 1:

o   أَرَءَيْتَ (A ra'aita): Mad Layin (harakat fathah bertemu ya mati).

o   الَّذِي (Alladzî): Alif Lam Syamsiyah (Alif lam bertemu lam) & Mad Thabi'i (kasrah bertemu ya sukun).

o   بِالدِّيْنِ (Bid-dîn): Alif Lam Syamsiyah & Mad Arid Lissukun (Mad thabi'i di akhir ayat).

·       Ayat 2:

o   فَذٰلِكَ (Fadzâlika): Mad Thabi'i.

o   يَدُعُّ (Yadu''u): Huruf 'ain bertasydid dibaca dengan syiddah (penekanan).

o   الْيَتِيْمَ (Al-yatîm): Alif Lam Qomariyah (Alif lam bertemu ya).

·       Ayat 3:

o   وَلَا (Wa lâ): Mad Thabi'i.

o   يَحُضُّ (Yaḫudldlu): Huruf dhad bertasydid.

o   الْمِسْكِيْنِ (Al-miskîn): Alif Lam Qomariyah & Mad Arid Lissukun.

·       Ayat 4:

o   فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ (Fa wailul lil-muṣallîn): Idgham Bilaghunnah (Tanwin bertemu lam,

 

31

Zakat Mal

V

Disajikan deskripsi zakat maal, murid dapat membedakan jenis zakat maal dengan nishabnya

L2

Menjodohkan

31

 

Zakat maal adalah zakat atas harta kekayaan yang dimiliki (emas, perak, uang, perniagaan, pertanian, ternak) dengan nishab (batas minimum) setara 85 gram emas murni atau 595 gram perak, berlaku haul (1 tahun). Kadar zakat umum adalah 2,5%, kecuali pertanian (5-10% saat panen) dan barang temuan (20%)

Jenis Harta

Nisab (Batas Minimum)

Haul (Waktu)

Kadar Zakat

Emas

85 Gram

1 Tahun

2,5%

Perak

595 Gram

1 Tahun

2,5%

Uang/Tabungan

Setara 85 gr Emas

1 Tahun

2,5%

Perdagangan

Setara 85 gr Emas

1 Tahun

2,5%

Pertanian

653 kg Gabah/520 kg Beras

Setiap Panen

5% (biaya) / 10%

Ternak Kambing

40 Ekor

1 Tahun

1 Ekor (40-120)

Ternak Sapi

30 Ekor

1 Tahun

1 Ekor Tabi'/Musinnah

Penghasilan

Setara 85 gr Emas/Tahun

Saat Diterima/Thn

2,5%

 

 

32

QS Ad-Duha

VI

Disajikan potongan ayat-ayat QS Ad-Duha yang acak, murid dapat menunjukkan ayat dengan terjemahan yang tepat

L1

Menjodohkan

32

 

Surat Ad-Dhuha beserta artinya:

·       Ayat 1-3 (Penghiburan):

o   وَالضُّحٰىۙ ۝١ = "Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),"

o   وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ۝٢ = "dan demi malam apabila telah sunyi,"

o   مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ۝٣ = "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu."

·       Ayat 4-5 (Janji Allah):

o   وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ۝٤ = "dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan."

o   وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ۝٥ = "dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas."

·      Ayat 6-8 (Pengingat Nikmat):

o   اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ = Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?.

o   وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ =Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

o   وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ = Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

·       Ayat 9-11 (Perintah Sosial & Bersyukur):

o   فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ۝٩ = "Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang."

o   وَاَمَّا السَّۤائِلَ فَلَا تَنْهَرْۗ ۝١٠ = "Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik."

o   وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ۝١١ = "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

 

33

Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Afuw, Al-Wahid, As-Shamad)

VI

Disajikan ilustrasi perilaku sehari-hari yang mencerminkan Asmaul Husna, murid dapat menjodohkan perilaku dengan nama Asmaul Husna yang sesuai

L2

Menjodohkan

33

 

Berikut adalah rincian perilaku meneladani masing-masing nama

·    Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun):

o Memaafkan kesalahan orang lain tanpa dendam.

o Menutup aib atau keburukan orang lain.

o Rajin beristigfar memohon ampun atas dosa diri sendiri.

·    Al-'Afuw (Yanag Maha Pemaaf):

o Menghapus dendam di hati terhadap orang yang menyakiti.

o Memaafkan orang lain sebelum mereka meminta maaf.

Memberi maaf dengan tulus dan tidak mengungkit-ungkit kesalahan.

·       Al-Wahid (Yang Maha Esa):

o   Meyakini hanya Allah yang berhak disembah dan menjauhi perbuatan syirik.

o   Menjadikan Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam beribadah dan berdoa.

o   Menanamkan sifat mandiri (tidak bergantung pada makhluk).

·       As-Shamad (Tempat Bergantung):

o   Berusaha mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

o   Menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain (menjadi tempat mengadu/bantuan).

o   Senantiasa bergantung dan memohon pertolongan hanya kepada Allah.

 

34

Islam Masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab

VI

Disajikan narasi singkat tentang kebijakan-kebijakan khulafaur rasyidin, murid dapat menjodohkan nama khalifah dengan kebijakan/prestasi yang dilakukan

L2

Menjodohkan

34

 

Berikut adalah rincian kebijakan dari masing-masing Khalifah:

·       Abu Bakar Ash-Shiddiq (11-13 H/632-634 M)

o Perang Riddah: Memerangi nabi palsu, orang murtad, dan pembangkang zakat.

o Kodifikasi Al-Qur'an: Memulai pengumpulan mushaf Al-Qur'an atas saran Umar bin Khattab.

o Ekspansi Awal: Mengirim pasukan ke wilayah Romawi dan Persia.

·       Umar bin Khattab (13-23 H/634-644 M)

o Reformasi Administrasi: Membentuk Dewan (lembaga negara), diwan al-kharaj (pajak), dan membagi wilayah menjadi provinsi.

o Keadilan Sosial & Ekonomi: Mengelola Baitul Maal secara profesional dan reformasi agraria.

o Kalender Hijriyah: Menetapkan kalender Islam.

o Peradilan: Memisahkan lembaga peradilan dari eksekutif.

·       Utsman bin Affan (23-35 H/644-656 M)

o Standardisasi Al-Qur'an: Menyatukan bacaan Al-Qur'an dalam satu mushaf (Mushaf Utsmani).

o Perluasan Wilayah: Melanjutkan ekspansi ke Mesir, Afrika Utara, dan sebagian Asia.

o Pembangunan Infrastruktur: Membangun armada laut pertama dan merenovasi Masjid Nabawi.

·       Ali bin Abi Thalib (35-40 H/656-661 M)

o Penataan Aparatur: Mengganti gubernur yang kurang cakap dan menata kembali administrasi.

o Kebijakan Fiskal: Mengetatkan penggunaan kas negara dan mendistribusikan harta Baitul Maal dengan adil.

o Stabilitas Keamanan: Berusaha mengatasi konflik internal umat.

 

35

Iman kepada qada’ dan qadar

VI

Disajikan wacana berita tentang seorang pelajar yang berhasil memenangkan olimpiade sains setelah usaha keras dan, murid dapat mengasosiasikan hubungan antara ikhtiar, doa, dan tawakkal dalam Islam

L2

Uraian

 

35

 

Ikhtiar, doa, dan tawakal adalah satu kesatuan utuh dalam Islam: manusia diwajibkan berusaha keras (ikhtiar), memohon hasil terbaik kepada Allah (doa), lalu menyerahkan segala keputusan akhir (tawakal) kepada-Nya. Ketiganya menyeimbangkan tindakan lahiriah dan batiniah, menciptakan ketenangan jiwa, serta mencegah sikap sombong atau putus asa dalam hidup

Rincian hubungan antara ketiga konsep tersebut:

·   Iktiar (Usaha Lahiriah): Ini adalah langkah pertama, di mana manusia menggunakan seluruh potensi, akal, dan sumber daya untuk mencapai tujuan. Islam melarang berdiam diri tanpa usaha.

·   Doa (Kekuatan Spiritual): Doa dilakukan sebelum, saat, dan sesudah ikhtiar sebagai bentuk pengakuan bahwa manusia lemah dan hanya Allah yang menentukan hasil.

·   Tawakal (Penyerahan Batiniah): Setelah ikhtiar maksimal dan doa sungguh-sungguh, tawakal adalah berserah diri sepenuhnya atas hasil akhir. tawakal bukan berarti pasif, melainkan mempercayai ketentuan Allah adalah yang terbaik.


36

Fathu Makkah dan Haji Wada'

V

Disajikan narasi tentang peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada’, murid dapat menjelaskan perilaku terpuji yang bisa diteladani

L2

Uraian

36

 

Keteladanan dari peristiwa Fathu Makkah dan Haji Wada' mengajarkan sikap pemaaf, rendah hati saat menang, menjaga persatuan, dan menghormati hak asasi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkan nilai-nilai tersebut dengan memaafkan kesalahan orang lain, tidak sombong atas pencapaian, serta mengutamakan perdamaian dalam konflik

A. Perilaku Terpuji Saat Fathu Makkah (Pembebasan Makkah)

·  Pemaaf dan Tidak Dendam: Meskipun memiliki kekuatan besar, Rasulullah SAW tidak balas dendam kepada kaum Quraisy yang pernah menindasnya. Beliau justru memberikan amnesti umum.

·  Merendahkan Hati (Tawadhu): Saat memasuki Makkah, beliau menundukkan kepala di atas untanya, menunjukkan ketundukan kepada Allah, bukan kesombongan sebagai penakluk.

·  Mengutamakan Perdamaian: Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk menghindari pertumpahan darah dan hanya bertarung jika diserang, mewujudkan penaklukan yang damai.

·  Menghormati Penduduk Setempat: Beliau menjamin keamanan bagi mereka yang masuk ke rumah Abu Sufyan, rumah mereka sendiri, atau Masjidil Haram

B. Perilaku Terpuji Saat Haji Wada' (Haji Perpisahan)

·  Menyampaikan Pesan Persamaan (Kesetaraan): Nabi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara orang Arab dan non-Arab, serta semua manusia setara di hadapan Allah kecuali dengan ketakwaannya.

·  Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM): Beliau menekankan perlindungan hak darah, harta, dan kehormatan sesama muslim, serta hak-hak wanita.

·  Menepati Janji dan Perjanjian: Beliau mengajarkan untuk selalu menepati janji (hidup berdampingan antar suku).

·  Kasih Sayang dan Persaudaraan: Beliau mengajarkan persaudaraan Islam yang kuat dan saling membantu. 

 

37

Akhlak terhadap Tetangga dan Non Muslim

VI

Disajikan artikel berita tentang kerukunan antar umat beragama di suatu tempat, murid dapat menerapkan sikap toleransi kepada tetangga dan non-muslim

L3

Uraian

37

 

Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari:

·  Menghormati Ibadah: Memberikan kesempatan dan ketenangan kepada tetangga yang sedang menjalankan ibadah, seperti tidak membuat kebisingan.

·  Berbuat Baik dan Adil: Berbuat baik dan adil kepada tetangga non-muslim yang tidak memerangi dalam urusan agama, sesuai ajaran Islam.

·  Silaturahmi Sosial: Tetap menjalin hubungan baik, saling membantu dalam kesulitan, dan menjaga kerukunan bertetangga.

·  Berbagi Kebahagiaan: Saling memberi makanan atau berbagi rezeki (halal) tanpa memandang perbedaan keyakinan.

·  Menghargai Hari Besar: Menghormati perayaan hari besar keagamaan mereka tanpa harus mengikuti ritual ibadahnya.

·  Menghargai Perbedaan: Menerima perbedaan keyakinan dengan bersikap terbuka dan tidak sombong.

 

38

Puasa Sunnah

VI

Disajikan data infografis jenis-jenis puasa sunnah dalam Islam beserta waktunya, murid dapat menjelaskan hikmah melakukan puasa sunnah

L2

Uraian

38

 

Puasa sunnah hikmah dan keutamaan

1.  Senin-Kamis (Puasa mingguan)

o  Waktu Pengangkatan Amal: Rasulullah SAW ingin amalnya dilaporkan saat beliau sedang berpuasa, menjadikannya saat yang istimewa untuk beribadah.

o  Ampunan Dosa: Hari Senin dan Kamis adalah hari di mana dosa-dosa hamba diampuni, kecuali bagi mereka yang saling bermusuhan.

o  Pintu Surga Dibuka: Pintu-pintu surga dibuka pada kedua hari tersebut, membuka kesempatan luas untuk ketaatan.

2.  Ayyamul Bidh (Setiap pertengahan bulan hijriah tgl 13-14-15)

o  Pahala Setahun Penuh: Puasa 3 hari setiap bulan dilipatgandakan menjadi 30 hari kebaikan. Rutin melakukannya setara dengan puasa setahun.

o  Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW:

o  Merupakan amalan yang wasiatkan Rasulullah SAW kepada sahabat dan tidak pernah beliau tinggalkan.

o  Menghapus Dosa Kecil: Sebagai sarana pembersihan jiwa dan hati, serta menghapus dosa-dosa kecil.

3.  Puasa Syawal (6 hari setelah Ramadhan)

o  Pahala Setara Puasa Setahun Penuh: Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh." (HR. Muslim).

o  Perhitungan Lipat Ganda:

o  Penyempurna Ibadah Ramadhan: Puasa enam hari Syawal bertindak sebagai "rawatib" atau ibadah pelengkap untuk menutupi kekurangan atau cacat pada puasa wajib Ramadhan, layaknya salat sunah rawatib melengkapi salat fardu.

o  Tanda Diterimanya Amal: Keinginan untuk berpuasa kembali setelah Ramadhan menunjukkan tanda diterimanya ibadah seseorang dan bukti keistiqomahan dalam beribadah.

o  Wujud Syukur: Melanjutkan puasa di bulan Syawal adalah bentuk syukur atas kemampua

4.  Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

o  Penghapus Dosa Dua Tahun: Berdasarkan hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

o  Waktu Mustajab dan Istimewa: Hari Arafah adalah salah satu hari terbaik di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang wukuf kepada malaikat, dan puasa di hari ini adalah amal yang sangat dicintai Allah.

o  Mendapat Taufik: Penghapusan dosa setahun ke depan dapat diartikan Allah memberikan taufik agar seseorang lebih terjaga dari maksiat.

o  Pahala Berlipat: Ibadah pada 10 hari pertama Zulhijah (termasuk puasa 1-9 Zulhijah) memiliki pahala yang sangat besar dibanding hari lainnya.

5.    Puasa Tasu'a & Asyura (9-10 Muharram)

o  Penebus Dosa Setahun Lalu: Puasa Asyura (10 Muharram) secara khusus diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

o  Sebagai Pembeda (Mukhalafah): Puasa Tasu'a (9 Muharram) dianjurkan untuk menyertai Asyura guna menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja.

o  Menghidupkan Sunnah Rasulullah: Nabi Muhammad SAW berkeinginan puasa di hari ke-9 dan ke-10, yang menunjukkan pentingnya kedua hari ini.

o  Syukur atas Keselamatan Nabi Musa: Puasa ini didasarkan pada rasa syukur karena Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.

o  Kelebihan Bulan Muharram: Puasa di bulan ini dianggap sebagai salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah bulan Ramadan.

6.    Puasa Sya'ban (Melatih diri siap mengerjakan puasa Ramadan)

o  Momentum Diangkatnya Amalan: Bulan Sya'ban adalah waktu diangkatnya amalan manusia selama setahun kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menyukai amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.

o  Persiapan Menyambut Ramadan:

o  Puasa Sya'ban berfungsi sebagai pemanasan atau latihan fisik dan spiritual agar tubuh dan jiwa lebih siap melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadan dengan optimal.

o  Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Aisyah RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW paling sering melaksanakan puasa sunnah di bulan Sya'ban dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadan).

o  Membayar Hutang Puasa (Qadha): Sya'ban merupakan waktu yang tepat untuk mengqadha atau membayar hutang puasa Ramadhan tahun sebelumnya.

o  Mendapatkan Ampunan Dosa: Pada bulan Sya'ban, khususnya malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT memberikan ampunan kepada hamba-Nya, kecuali mereka yang menyekutukan Allah atau bermusuhan/dendam.

o  Meningkatkan Konsistensi Ibadah: Puasa di bulan yang sering dilalaikan manusia (di antara Rajab dan Ramadan) menunjukkan konsistensi dalam ketaatan

7.    Puasa Daud (Selang sehari)

o  Puasa Sunah Terbaik: Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling dicintai Allah dan merupakan puasa sunah yang paling utama.

o  Meningkatkan Ketaqwaan dan Kedisiplinan: Dilakukan secara konsisten, puasa ini membantu melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan membentuk karakter yang lebih taat

o  Penyucian Jiwa dan Mental: Puasa ini mendidik untuk tidak terikat pada kesenangan duniawi secara berlebihan (sehari senang-sehari prihatin).

o  Kesehatan Fisik (Detoksifikasi): Secara medis, pola selang-seling ini bertindak sebagai intermittent fasting yang membantu detoksifikasi, meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan jantung, serta mengontrol gula darah.

o  Benteng Diri: Menjadi perisai dari perbuatan maksiat dan membantu menjaga lisan serta pikiran. 


39

Akhlak terhadap Hewan dan Tumbuhan

VI

Disajikan gambar  tentang maraknya perburuan hewan liar dan deforestasi di Indonesia, murid dapat memberikan solusi konkret

L3

Uraian

39

 

Solusi Terhadap Perburuan Hewan Liar

·  Kampanye Anti-Satwa Peliharaan Liar: Murid dapat membuat kampanye di media sosial atau mading sekolah tentang bahaya memelihara satwa dilindungi (seperti orangutan, burung nuri, atau harimau) untuk memutus rantai permintaan (demand).

·  Melaporkan Perdagangan Ilegal: Murid dapat berperan aktif melaporkan peredaran satwa liar atau produk turunannya (kulit, taring) di pasar atau media sosial kepada BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) setempat.

·  Edukasi Sebaya (Peer Education): Membuat kelompok studi atau melakukan presentasi di kelas mengenai peran penting satwa liar dalam menjaga keseimbangan ekosistem. 

2. Solusi Terhadap Deforestasi (penghilangan hutan alam secara permanen)

·  Aksi Reboisasi Sekolah & Lingkungan: Murid dapat inisiatif menanam pohon di lingkungan sekolah, halaman rumah, atau mengikuti kegiatan penanaman mangrove di pesisir.

·  Mengurangi Penggunaan Kertas (Paperless): Deforestasi sering kali didorong oleh industri pulp dan kertas. Murid dapat mengurangi penggunaan kertas dengan memaksimalkan penggunaan media digital untuk tugas sekolah.

·  Mendukung Produk Ramah Lingkungan: Murid dapat belajar memilih produk yang bersertifikat berkelanjutan (misalnya produk kayu atau kertas berlabel FSC) dan menghindari produk hasil tebang liar (illegal logging).

·  Mengadakan Kampanye Go Green: Membuat program daur ulang sampah di sekolah untuk mengurangi kebutuhan material baru yang diambil dari hutan. 


40

QS Al-A'la

VI

Disajikan tafsir QS Al A’la : 14-15, murid dapat mengaitkan tafsir tersebut dengan upaya membersihkan jiwa dalam kehidupan sehari-hari

L2

Uraian

40

 

-          قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman),

-          وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ

Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Pentingnya Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) (Ayat 14-15)

Pesan: Beruntunglah orang yang mensucikan diri (dari syirik dan akhlak tercela), mengingat Allah, dan mendirikan shalat.

Nilai: Kesehatan mental dan spiritual lebih utama daripada sekadar penampilan fisik atau materi.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar