KISI-
KISI UJIAN SATUAN PENDIDIKAN
SEKOLAH
DASAR
TAHUN
PELAJARAN 2025/2026
Mata Pelajaran : PAI&BP
|
No |
Materi |
Kelas |
Indikator Soal |
Level |
Bentuk soal |
No. Soal |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
1 |
Memahami pesan pokok Q.S
al-Ḥujurat /49:13 |
IV |
Disajikan informasi tentang keberagaman,
murid mampu mengaitkannya dengan potongan ayat dalam surah al-Hujurat ayat 13
secara tepat. |
L3 |
PG |
1 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut keterkaitan antara konsep keberagaman dan
potongan ayat tersebut: 1. Keberagaman Suku dan Bangsa · Potongan Ayat: ...وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا
وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا... · Makna/Kaitan: Allah
SWT menegaskan bahwa manusia diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku. · Contoh bagi
Murid: Di dalam kelas terdapat teman yang berasal dari suku Jawa,
Sumatera, Papua, atau memiliki warna kulit dan bahasa yang berbeda. Perbedaan
ini adalah kehendak Allah untuk memperkaya interaksi. 2. Tujuan Keberagaman saling mengenal (Lita’aarofu) · Potongan Ayat: ...لِتَعَارَفُوا... · Makna/Kaitan: Tujuan
utama perbedaan adalah ta'aruf (saling mengenal, bertukar
budaya, dan memahami tradisi lain). · Contoh bagi
Murid: Murid tidak boleh mengejek dialek teman yang berbeda, melainkan
belajar sopan santun dari budaya tersebut untuk mempererat persaudaraan
(toleransi). 3. Persamaan derajat di sisi Allah · Potongan Ayat: ...إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ
أَتْقَاكُمْ... · Makna/Kaitan: Allah
tidak memuliakan seseorang berdasarkan suku, kekayaan, atau fisik, melainkan
berdasarkan tingkat ketakwaannya. · Contoh bagi
Murid: Murid berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar
belakang sosial atau ekonomi, karena yang dinilai adalah akhlak dan
ketakwaannya. 4. Larangan Raisisme dan Diskriminasi · Kaitan Ayat: Ayat ini
merupakan landasan anti-diskriminasi, melarang manusia bersikap sombong atau
merendahkan kelompok lain. · Contoh bagi
Murid: Murid harus menghindari perilaku bullying yang
berbasis perbedaan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar-golongan). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
2 |
Sifat-sifat Rasul |
IV |
Disajikan pernyataan tentang perilaku Rasulullah Saw.
Murid mampu menyimpulkan perilaku tersebut kedalam salah satu sifat wajib
Rasul |
L3 |
PG |
2 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
1. Perilaku:
Kejujuran dalam Perkataan dan Perbuatan ·
Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW tidak
pernah berdusta, baik dalam bercanda maupun serius. Beliau selalu berdagang
dengan jujur, menjelaskan cacat barang dagangannya. ·
Kesimpulan Sifat Wajib: Shiddiq (Jujur/Benar). 2. Perilaku:
Menjaga Titipan dan Terpercaya ·
Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW
dijuluki Al-Amin (yang terpercaya) oleh penduduk Mekkah
bahkan sebelum diangkat menjadi Nabi. Beliau mengembalikan barang titipan
penduduk Mekkah melalui Ali bin Abi Thalib saat hijrah ke Madinah. ·
Kesimpulan Sifat Wajib: Amanah (Dapat
dipercaya). 3. Perilaku:
Menyampaikan Kebenaran Meskipun Berat ·
Contoh Perilaku: Rasulullah SAW tetap
menyampaikan wahyu dan ajaran Islam kepada kaum Quraisy meskipun dihina,
diancam, dan diintimidasi. ·
Kesimpulan Sifat Wajib: Tabligh (Menyampaikan). 4. Perilaku:
Bijaksana dalam Mengambil Keputusan ·
Contoh Perilaku: Nabi Muhammad SAW
berhasil menengahi perselisihan antarsuku Quraisy saat peletakan Hajar Aswad
dengan cara yang cerdas (menggunakan kain) dan merumuskan Perjanjian
Hudaibiyah yang strategis. ·
Kesimpulan Sifat Wajib: Fathonah (Cerdas/Bijaksana). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
3 |
Hidup Lapang dengan Berbagi |
V |
Disajikan deskripsi salah satu mustahiq zakat, murid mampu
menyebutkan kategori golongan mustahiq zakat dengan tepat |
L1 |
PG |
3 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
berhak
menerima zakat (mustahik): rincian 8
golongan tersebut: 1.
Fakir: Orang yang hampir tidak memiliki apa-apa,
sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. 2.
Miskin: Orang yang memiliki harta atau pekerjaan, namun
tidak mencukupi untuk kebutuhan dasar sehari-hari. 3.
Amil:Pengelola zakat, yaitu orang yang bertugas
mengumpulkan, mengelola, dan mendistribusikan zakat. 4.
Mualaf: Orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan
bantuan untuk memantapkan iman serta solidaritas. 5.
Riqab: Hamba sahaya atau budak yang ingin memerdekakan
diri (kurang relevan di masa modern). 6.
Gharim: Orang yang memiliki utang untuk kebutuhan halal
dan tidak mampu melunasinya. 7.
Fi Sabilillah: Orang yang berjuang di jalan Allah (dakwah,
pendidikan, kesehatan, panti asuhan). 8.
Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan,
bukan perjalanan maksiat |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
4 |
Hikmah Hijrah Nabi Muhammad saw. |
V |
Disajikan kisah perjuangan Rasulullah hijrah ke Madinah,
murid mampu menemukan keteladanan dari kisah tersebut |
L3 |
PG |
4 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Keteladanan
dari Kisah Hijrah ·
Keteguhan Iman dan Tawakal (Percaya pada Allah): Meski
terancam bahaya, Nabi tetap tenang karena yakin akan perlindungan Allah. ·
Perencanaan dan Strategi (Ikhtiar): Nabi
tidak hanya pasrah, tetapi merencanakan hijrah dengan sangat detail (memilih
teman, jalur, dan waktu yang tepat). ·
Keberanian dan Pengorbanan: Rasulullah
dan para sahabat rela meninggalkan tanah kelahiran, rumah, dan harta benda
demi mempertahankan akidah. ·
Kejujuran dan Amanah: Meskipun Nabi adalah
musuh kaum Quraisy, mereka masih menitipkan barang berharga kepadanya. Nabi
mengamanahkan Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan barang-barang tersebut
sebelum menyusul hijrah. ·
Persaudaraan (Ukhuwah): Nabi
menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar, menciptakan komunitas yang saling
membantu tanpa memandang suku/asal. ·
Kecerdasan Membangun Komunitas: Langkah
awal membangun masjid menunjukkan pentingnya ibadah dan persatuan sebagai
landasan masyarakat. ·
Sikap Sabar dan Pemaaf: Nabi
menghadapi musuh dengan sabar dan tidak mendendam, salah satunya terhadap
Suraqah bin Malik yang ingin menangkapnya namun akhirnya dimaafkan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
5 |
Hadis tentang keragaman |
V |
Disajikan beberapa pernyataan tentang kandungan hadis
keragaman, murid mampu menunjukkan pernyataan yang sesuai dengan isi hadis
tersebut. |
L1 |
PG |
5 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Hadis Utama tentang Kesetaraan dan
Keragaman: · Pentingnya Ketakwaan, Bukan Rupa: "Sesungguhnya Allah tidak
melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan
amal kalian." (HR. Muslim). · Kesetaraan Suku dan Bangsa: "...Tidak ada kelebihan
bagi orang Arab atas orang Ajam (non-Arab), dan tidak ada kelebihan bagi
orang Ajam atas orang Arab, tidak ada kelebihan bagi orang kulit putih atas
kulit hitam, atau kulit hitam atas kulit putih, kecuali dengan ketakwaannya..."
(HR. Baihaqi). · Persaudaraan Manusia: "Wahai manusia,
sesungguhnya Tuhan kalian satu, dan bapak kalian satu (Adam). Kalian semua
berasal dari Adam, dan Adam dari tanah..." (HR. Ahmad). Berikut adalah rincian kandungan hadis
terkait keragaman: · Kesetaraan Manusia: Hadis menegaskan bahwa seluruh
manusia berasal dari nenek moyang yang sama (Nabi Adam A.S.), sehingga tidak
ada kelebihan ras atau suku tertentu di atas yang lain. · Ketakwaan sebagai Ukuran: Allah tidak melihat rupa atau
harta, melainkan hati dan amal perbuatan manusia. · Prinsip Toleransi: Islam mengajarkan untuk hidup
berdampingan secara damai dan toleran (al-hanifiyyah as-samhah) dalam
perbedaan. · Larangan Diskriminasi: Hadis melarang keras perilaku
merendahkan atau meremehkan orang lain karena perbedaan fisik, suku, atau
status sosial. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
6 |
Makna Hari Akhir |
V |
Disajikan informasi tentang peristiwa hari kiamat, murid
mampu mengkategorikan peristiwa tersebut kedalam jenis hari kiamat |
L3 |
PG |
6 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
7 |
Hikmah menyatakan penyesalan |
VI |
Disajikan ilustrasi tentang perilaku seorang pelajar
terhadap temannya, murid mampu menemukan hikmah yang terkandung didalamnya |
L3 |
PG |
7 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Perilaku positif pelajar terhadap teman
meliputi empati, toleransi, dan sopan santun untuk menciptakan
lingkungan sekolah yang harmonis. Contoh tindakan nyata mencakup menjenguk
teman sakit, membantu kesulitan akademik, menghargai perbedaan, serta menghindari bullying.
Sikap ini penting untuk meningkatkan rasa aman dan kenyamanan belajar
bersama. Berikut adalah rincian perilaku pelajar
yang baik terhadap teman: · Menunjukkan Empati dan Kepedulian: o
Membantu teman yang mengalami kesulitan, misalnya dengan meminjamkan alat
tulis atau menjelaskan materi pelajaran yang belum dipahami. o
Menjenguk teman yang sedang sakit. o
Menunjukkan kepedulian terhadap teman sekelas, yang memupuk rasa saling
menghargai. · Menerapkan Toleransi dan Penghormatan: o
Menghargai perbedaan pendapat, latar belakang, dan keyakinan, serta tidak
melakukan diskriminasi. o
Menggunakan bahasa yang sopan, ramah, dan menghindari kata-kata kasar
atau menghina. o
Memperhatikan saat teman berbicara dan memanggil dengan sebutan yang
baik. · Menjaga Hubungan Baik (Adab Berteman): o
Mengucapkan salam saat bertemu dan bersikap ramah. o
Tidak memotong pembicaraan orang lain. o
Menjaga rahasia atau aib teman. · Peran Aktif dalam Pencegahan Konflik: o
Berani menegur atau melaporkan tindakan perundungan (bullying)
kepada guru. o
Mendukung teman yang menjadi korban perilaku tidak menyenangkan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
8 |
Hikmah dan keutamaan puasa sunnah |
VI |
Disajikan pernyataan tentang puasa sunnah, murid mampu
mengaitkan hikmah yang sesuai dengan pernyataan tersebut dengan tepat |
L3 |
PG |
8 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
9 |
Memahami pesan pokok surah ad-Dhuha |
VI |
Disajikan salah satu ayat surah Ad-Duha, murid mampu
menemukan contoh perilaku yang sesuai dengan ayat tersebut |
L3 |
PG |
9 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian perilaku
berdasarkan ayat-ayat Surat Ad-Duha: ·
Ayat 1-3: Optimisme dan Husnuzan (Berprasangka Baik) o
Perilaku: Membangun keyakinan bahwa Allah tidak meninggalkan hambanya dan
tidak membencinya. Bersabar saat menghadapi masa sulit, yakin ada hikmah di
balik kegelapan (malam) dan kecerahan (duha). ·
Ayat 4-5: Berpengharapan Baik terhadap Masa Depan o
Perilaku: Optimis bahwa masa depan akan lebih baik daripada masa sekarang.
Yakin bahwa Allah akan memberikan karunia hingga hati menjadi puas. ·
Ayat 6-8: Mengingat Nikmat Allah (Syukur) o
Perilaku: Selalu bersyukur atas perlindungan dan petunjuk Allah. Mengingat
masa lalu untuk meningkatkan etos kerja dan kebergantungan kepada Allah. ·
Ayat 9: Kasih Sayang terhadap Anak Yatim o
Perilaku: Melarang berbuat sewenang-wenang (seperti menghardik atau mengambil
hak) terhadap anak yatim. ·
Ayat 10: Lemah Lembut terhadap Orang yang Meminta o
Perilaku: Larangan menghardik orang yang meminta-minta atau peminta
pertolongan. Menunjukkan kepedulian sosial. ·
Ayat 11: Menyebarkan Nikmat Allah (Syukur Sosial) o Perilaku: Menyebut-nyebut (menceritakan)
nikmat Allah sebagai bentuk syukur. Berbagi kebahagiaan dan nikmat kepada
sesama. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
10 |
Syarat mendapat ampunan Allah Swt. |
VI |
Disajikan cerita tentang seseorang yang ingin bertaubat
kepada Allah Swt., murid mampu menentukan syarat untuk mendapatkan ampunan
Allah Swt. |
L2 |
PG |
10 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Adab Terhadap Allah (Taubat): |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
11 |
Pentingnya menyatakan penyesalan |
VI |
Disajikan ilustrasi tentang seorang pelajar yang ingin
menyatakan penyesalan, murid mampu memerinci adab dalam dalam menyatakan
penyesalan |
L3 |
PG Kompleks |
11 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Adab-Adab dalam Menyatakan Penyesalan: · Mengakui Kesalahan dengan Jujur: Mengakui perbuatan salah tanpa
mencari alasan atau menyalahkan orang lain. · Tulus dan Sungguh-sungguh: Permintaan maaf harus tulus (bukan
basa-basi), yang ditunjukkan melalui tutur kata dan bahasa tubuh yang baik. · Berjanji Tidak Mengulangi: Menunjukkan komitmen kuat untuk
tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan. · Segera Meminta Maaf: Tidak menunda-nunda untuk meminta
maaf begitu menyadari kesalahan. · Memperbaiki Dampak: Berusaha memperbaiki kerugian atau
dampak yang ditimbulkan akibat kesalahan. · Rendah Hati (Tawadhu): Membuang rasa angkuh dan ikhlas
mengakui kelemahan diri. ·
Ikhlas karena Allah: Jika meminta maaf kepada sesama manusia, diniatkan untuk menjalin
persaudaraan dan mendapat rida Allah. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
12 |
Sebab-sebab halal dan haram |
VI |
Disajikan ilustrasi tentang perilaku seseorang dalam
kehidupan, murid mampu menentukan kategori perilaku halal dan haram secara
tepat |
L2 |
PG Kompleks |
12 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Kategori Perilaku
Halal Perilaku halal mencakup tindakan
kebaikan, kejujuran, dan ketaatan. Contohnya: · Makanan dan Minuman: Halal zatnya (tidak haram), cara
perolehannya sah (tidak mencuri), dan diproses dengan benar. · Muamalah (Transaksi Ekonomi): Jual beli yang jujur, tidak
mengandung riba, gharar (ketidakpastian), atau maysir (judi). ·
Perilaku Sehari-hari: Berkata jujur, berbakti kepada orang tua, menjaga kebersihan,
bersedekah, dan menuntut ilmu. Kategori Perilaku
Haram Perilaku haram adalah segala tindakan
yang dilarang, yang seringkali merusak diri sendiri atau orang lain.
Contohnya: ·
Makanan dan Minuman: Mengonsumsi babi, darah, bangkai, atau khamar (minuman keras). ·
Perilaku/Moral: Berzina, berbohong, ghibah (bergosip), mencuri, zalim, dan memutus
silaturahmi. ·
Ekonomi: Melakukan riba, penipuan (gharar), perjudian, dan suap. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
13 |
Jasa - jasa Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khatab |
VI |
Disajikan tabel yang berisi jasa Khulafaur Rasyidin, murid
mampu mengklasifikasikan Jasa Khalifah Abu Bakar Shidiq dan Umar Bin Khatab
dengan tepat |
L2 |
PG Kompleks |
13 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Jasa Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
(632-634 M): · Mengumpulkan Mushaf Al-Qur'an: Memerintahkan Zaid bin Tsabit untuk
mengumpulkan wahyu yang tersebar karena banyaknya penghafal Quran yang gugur
di Perang Yamamah. · Perang Riddah: Memberantas nabi palsu (seperti
Musailamah al-Kazzab), orang murtad, dan pembangkang zakat. · Perluasan Wilayah: Memulai ekspansi Islam ke wilayah
kekuasaan Persia dan Romawi. ·
Menstabilkan Negara: Membangkitkan kepercayaan diri umat Islam pasca wafatnya Rasulullah
SAW. Jasa Khalifah Umar bin Khattab (634-644
M): ·
Administrasi Negara: Membentuk Diwan (lembaga negara/departemen),
termasuk baitul mal, kepolisian, dan mengatur peradilan. ·
Penetapan Kalender Hijriah: Menetapkan peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan Islam. ·
Ekspansi Besar-besaran: Pembebasan wilayah Syam, Mesir, Irak, dan Persia. ·
Pembangunan Infrastruktur: Membangun kota-kota baru (seperti Kufah dan Basrah), memperbaiki
saluran irigasi, dan jalur komunikasi. ·
Sosial: Menyantuni anak yatim, mendirikan lembaga sosial, dan menjamin
kesejahteraan rakyat. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
14 |
Memahami pesan pokok surah al-A’la |
VI |
Disajikan narasi tentang kandungan surah Al-A’la, murid
mampu menunjukan contoh perilaku yang sesuai dengan surah al-A’la |
L1 |
PG Kompleks |
14 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut
adalah kandungan utama Surah Al-A'la dan contoh perilaku yang sesuai: Kandungan
Utama Surah Al-A'la: ·
Perintah Menyucikan Allah: Ayat
pertama memerintahkan untuk bertasbih menyebut nama Allah Yang Maha Tinggi. ·
Kekuasaan Allah: Allah adalah pencipta,
penyempurna ciptaan, dan pengatur takdir (kadar) bagi makhluk-Nya. ·
Wahyu dan Ajaran: Allah memberi petunjuk
kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan peringatan. ·
Pentingnya Akhirat: Menegaskan bahwa
kehidupan akhirat lebih baik dan kekal daripada kehidupan dunia. ·
Keberuntungan Orang Beriman: Orang
yang menyucikan diri dan mengingat Allah (berdzikir) akan beruntung. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
15 |
Sikap terhadap takdir Allah Swt. |
VI |
Disajikan ilustrasi tentang keadaan seseorang yang
menjalani takdir dari Allah Swt. murid mampu menemukan perilaku yang
mencerminkan beriman kepada Qadha’ dan Qadar |
L3 |
PG Kompleks |
15 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah perilaku yang mencerminkan
iman kepada qada dan qadar: · Ikhtiar Maksimal: Berusaha sungguh-sungguh untuk
mencapai keberhasilan dalam hal rezeki, jodoh, maupun cita-cita, serta
memiliki etos kerja yang tinggi. · Tawakal: Menyerahkan segala hasil usaha
kepada Allah SWT setelah berusaha, dengan meyakini hasil terbaik yang Allah
tetapkan. ·
Sabar dan Ikhlas: Tidak berputus asa atau marah saat mengalami kegagalan, kehilangan,
atau musibah, melainkan bersabar. · Bersyukur: Tidak sombong atas keberhasilan
yang dicapai, melainkan menyadari bahwa hal tersebut adalah nikmat dan
ketetapan Allah. · Qana'ah: Merasa cukup dan rela menerima
segala pemberian serta ketentuan Allah dalam hidupnya. · Berprasangka Baik (Husnuzan): Selalu berprasangka baik kepada
Allah atas setiap kejadian yang menimpa diri. · Berani dan Bertanggung Jawab: Berani mengambil risiko dan
bertanggung jawab atas perilaku, karena yakin segala sesuatu berasal dari dan
kembali kepada Allah. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
16 |
Sikap peduli terhadap lingkungan |
VI |
Disajikan gambar yang berisi perilaku manusia terhadap
lingkungan, murid mampu mengemukakan dampaknya secara tepat |
L2 |
PG Kompleks |
16 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Contoh Perilaku Manusia Terhadap
Lingkungan: · Dampak Negatif (Perusak): o
Pencemaran Limbah: Membuang sampah sembarangan (plastik/logam) yang mencemari air dan
tanah, serta menimbulkan penyakit. o
Pencemaran Udara: Pembakaran bahan bakar fosil, hutan, atau semak yang memicu
perubahan iklim dan erosi tanah. o
Deforestasi: Penebangan hutan liar yang mengurangi oksigen dan habitat satwa. o
Pemborosan Energi: Penggunaan energi yang berlebihan dan tidak ramah lingkungan. · Dampak Positif (Pelindung): o
Reboisasi & Penghijauan: Menanam pohon untuk menjaga kelestarian flora dan fauna. o
Pengelolaan Sampah: Menerapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan membuang sampah
sesuai jenisnya. o
Konservasi Sumber Daya: Menggunakan SDA (air, energi) secara bijaksana. o
Kerja Bakti: Membersihkan lingkungan sekitar secara rutin |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
17 |
Ketentuan puasa sunah |
VI |
Disajikan pernyataan tentang puasa sunnah, murid mampu
menyebutkan ketentuan-ketentuan dalam menjalankan puasa sunnah |
L1 |
PG Kompleks |
17 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Ketentuan lengkap dalam menjalankan puasa
sunnah: 1. Syarat Wajib dan Syarat Sah · Syarat Wajib: Beragama Islam, berakal sehat, baligh (dewasa), dan
mampu melaksanakannya. · Syarat Sah: Beragama Islam, berakal, suci dari haid dan nifas (bagi
wanita), serta dikerjakan di hari yang diperbolehkan untuk berpuasa. 2. Aturan Niat Puasa Sunnah · Waktu Niat: Niat puasa sunnah boleh dilakukan pada malam hari
(sebelum Subuh). Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah membolehkan
pelakunya berniat di siang hari (sebelum waktu zawal/matahari bergeser ke
tengah hari), dengan syarat ia belum makan, minum, atau melakukan hal-hal
pembatal puasa sejak subuh. · Lafadz Niat: Niat harus sesuai dengan jenis puasa sunnah yang
dikerjakan, dan diucapkan dalam hati (melafalkannya hukumnya sunnah). 3. Aturan Membatalkan Puasa Sunnah · Boleh Berbuka: Berbeda dengan puasa wajib, seseorang yang sedang
menjalankan puasa sunnah diperbolehkan untuk membatalkan puasanya di tengah
hari tanpa harus mengganti (meng-qadha) di kemudian hari, meskipun dianjurkan
untuk menyempurnakannya. 4. Ketentuan Khusus Bagi Istri · Jika seorang istri ingin menjalankan puasa
sunnah, ia disunnahkan untuk meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya
jika sang suami sedang berada di rumah, agar ibadahnya lebih berkah dan tidak
mengabaikan hak suami. 5. Hal-Hal yang Membatalkan Puasa · Sama seperti puasa wajib. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
18 |
Jasa Khalifah Utsman bin Affan |
VI |
Disajikan informasi tentang jasa khalifah Utsman bin
Affan, murid mampu memvalidasi jasa tersebut dengan pernyataan yang tepat |
L3 |
PG Kompleks |
18 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut
adalah rincian jasa-jasa Khalifah Utsman bin Affan: ·
Standardisasi Al-Qur'an (Mushaf Utsmani): Jasa
terbesarnya adalah membukukan Al-Qur'an ke dalam satu dialek standar
(Quraisy) untuk menghindari perpecahan karena perbedaan cara baca. Mushaf ini
kemudian disalin dan dikirim ke berbagai wilayah kekhalifahan. ·
Perluasan Wilayah Islam: Di
masa pemerintahan beliau, wilayah Islam meluas hingga ke Armenia, Azerbaijan,
Afghanistan, dan mencapai Afrika Utara (Maroko). ·
Pembentukan Angkatan Laut Pertama: Usman
menyetujui usulan Muawiyah bin Abi Sufyan untuk membangun angkatan laut
muslim pertama guna melindungi wilayah pesisir dari serangan Bizantium. ·
Renovasi Masjid Nabawi: Beliau
memperluas dan memperindah Masjid Nabawi di Madinah seiring dengan
bertambahnya jumlah umat Islam. ·
Kedermawanan dan Wakaf: Beliau
terkenal sangat dermawan, salah satunya membeli sumur Raumah dari seorang
Yahudi dan mewakafkannya untuk kepentingan umat Islam. ·
Stabilitas Ekonomi: Pada paruh pertama
pemerintahannya, Usman berhasil menciptakan kemakmuran ekonomi, meskipun
muncul krisis di akhir masa jabatannya. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
19 |
Jasa-Jasa Khalifah Ali bin Abi Thalib |
VI |
Disajikan narasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan
pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, murid mampu mengaitkannya dengan
kebijakan yang dilakukan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib |
L2 |
PG Kompleks |
19 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Perkembangan Utama Masa Pemerintahan Ali
bin Abi Thalib: · Pengembangan Ilmu Bahasa Arab (Nahwu): Ali bin Abi Thalib berperan besar
dalam mendorong lahirnya ilmu nahwu. Hal ini dilakukan untuk menghindari
kesalahan dalam membaca dan memahami Al-Qur'an serta Hadits seiring meluasnya
wilayah Islam ke non-Arab. · Perkembangan Kota Kufah: Pemindahan pusat pemerintahan dari
Madinah ke Kufah menjadikan Kufah sebagai pusat studi baru yang pesat,
khususnya dalam ilmu tafsir, hadits, dan bahasa Arab. · Pendidikan dan Pengajaran: Ali dikenal sebagai khalifah yang
cerdas, yang secara langsung mengajar para sahabat dan pengikutnya mengenai
berbagai ilmu pengetahuan, baik ilmu agama maupun sosial. · Kajian Hukum dan Politik: Kontribusi signifikan juga terjadi
pada bidang keadilan sosial dan administrasi pemerintahan, yang merupakan
pengembangan dari pemikiran hukum Islam. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
20 |
Jasa-Jasa Khalifah Ali bin Abi Thalib |
VI |
Disajikan informasi tentang kebijakan Ali bin Abi Thalib
murid mampu menentukan sikap teladanan Ali bin Abi Thalib dengan tepat |
L2 |
PG Kompleks |
20 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah kebijakan utama Ali bin
Abi Thalib dan sikap keteladanan yang dapat diambil: · Pemerataan Ekonomi dan Kebijakan Fiskal o
Kebijakan: Ali meratakan pembagian Baitul Mal, menetapkan pajak secara adil,
dan mengontrol pasar. o
Keteladanan: Murid belajar untuk tidak serakah, hidup sederhana, dan berbagi
dengan sesama yang membutuhkan. · Keadilan Tanpa Pandang Bulu (Supremasi
Hukum) o
Kebijakan: Ia tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, bahkan
saat bersengketa dengan warga biasa di pengadilan. o
Keteladanan: Murid bersikap jujur, mengakui kesalahan, dan tidak memanfaatkan
jabatan atau popularitas untuk berbuat tidak adil. · Ketegasan dan Anti-Nepotisme o
Kebijakan: Memberhentikan gubernur yang tidak cakap dan menolak kerabat yang
meminta fasilitas negara. o
Keteladanan: Murid bersikap tegas dalam kebenaran, tidak curang, dan tidak
nepotisme (tidak mendahulukan teman/saudara secara tidak adil). · Kecintaan pada Ilmu dan Penggunaan Bahasa o
Kebijakan: Mendorong perbaikan tata bahasa Arab untuk menjaga kemurnian
pemahaman agama. o
Keteladanan: Murid rajin menuntut ilmu, bersungguh-sungguh dalam belajar, dan
berbicara dengan jujur. · Hikmah dan Ketenangan dalam Mengambil
Keputusan o
Kebijakan: Mengutamakan musyawarah dan tidak emosional dalam situasi konflik. o
Keteladanan: Murid belajar untuk tidak mengambil keputusan saat marah dan tidak
berjanji saat senang (menjaga komitmen). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
21 |
Husnudzan |
IV |
Disajikan narasi tentang konsep husnudzan, murid dapat
mencontohkan bentuk husnudzan yang
sesuai |
L2 |
Benar/ Salah |
21 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian contoh bentuk
husnudzan yang sesuai: ·
Husnudzan kepada Allah SWT (Berprasangka Baik kepada Allah) o Sabar saat ditimpa musibah: Yakin bahwa ujian tersebut adalah
bentuk kasih sayang Allah untuk menggugurkan dosa atau meningkatkan derajat,
bukan bentuk kebencian. o Bersyukur atas nikmat: Yakin bahwa apa yang diberikan
Allah adalah yang terbaik, meskipun tidak sesuai keinginan. o Berdoa dengan yakin: Yakin bahwasanya Allah akan
mengabulkan doa, baik secara langsung maupun dalam bentuk lain yang lebih
baik. ·
Husnudzan kepada Diri Sendiri (Berprasangka Baik pada Diri Sendiri) o
Percaya diri: Yakin bahwa diri sendiri memiliki kemampuan untuk menyelesaikan
tugas atau menghadapi kesulitan. o
Optimis dan gigih: Tidak mudah menyerah dan selalu berprasangka bahwa usaha keras akan
membuahkan hasil. o
Inisiatif: Mengambil tindakan positif untuk memperbaiki diri atau situasi. ·
Husnudzan kepada Sesama Manusia (Berprasangka Baik kepada Orang
Lain) o
Tabayyun (Klarifikasi): Ketika mendengar kabar buruk tentang seseorang, tidak langsung
mempercayainya, melainkan mencari kebenaran terlebih dahulu. o
Mengingat kebaikan: Saat seseorang berbuat kesalahan, diingat kembali kebaikan-kebaikan
yang pernah dilakukannya. o
Mencari alasan positif: Mencari alasan "pembenaran" yang baik atas perilaku
seseorang yang tampak mencurigakan. o
Tidak iri hati: Ikut senang atas nikmat yang didapat orang lain dan yakin Allah
adil |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
22 |
Asmaul Husna Al-Ghaffar, Al-‘Afuw, Al-Wahid, Al-Wahid dan
As Shamad |
VI |
Disajikan narasi tentang Asmaul Husna, murid dapat
menjelaskan nama Asmaul Husna dengan artinya |
L1 |
Benar/ Salah |
22 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah penjelasan rinci makna
masing-masing Asmaul Husna: · Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun) o
Makna: Allah Maha Mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang bertaubat secara
berulang kali, serta menutupi aib-aib mereka di dunia dan akhirat. o
Contoh Penerapan: Tidak menonjolkan kesalahan orang lain dan rajin beristigfar. · Al-‘Afuw (Yang Maha Pemaaf) o
Makna: Allah Maha Pemaaf yang menghapuskan, melenyapkan, atau
menghilangkan dosa-dosa hamba-Nya seolah-olah tidak pernah berbuat dosa.
Berbeda dengan Al-Ghaffar yang menutupi dosa, Al-'Afuw menghapus dosanya. o
Contoh Penerapan: Memaafkan kesalahan orang lain dengan tulus tanpa menyisakan rasa
benci. · Al-Wahid (Yang Maha Esa/Tunggal) o
Makna: Allah Maha Esa atau Satu, tidak ada sekutu, tandingan, maupun
keserupaan bagi-Nya dalam zat, sifat, maupun perbuatan. o
Contoh Penerapan: Menjaga keimanan hanya kepada Allah (Tauhid) dan tidak
menyekutukan-Nya. · As-Shamad (Yang Maha
Dibutuhkan/Tempat Bergantung) o
Makna: Allah adalah satu-satunya zat yang menjadi tujuan, tumpuan, dan
tempat bergantung bagi seluruh makhluk dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan
mereka. o
Contoh Penerapan: Hanya memohon pertolongan kepada Allah dan tidak bergantung pada
makhluk lain. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
23 |
Maaf dan memaafkan serta pentingnya menyatakan penyesalan |
VI |
Disajikan sebuah konflik sosial, peserta didik dapat
mencontohkan sikap menyatakan penyesalan |
L2 |
Benar/ Salah |
23 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Sikap dalam
Menyatakan Penyesalan ·
Tulus dan Sungguh-sungguh: Mengucapkan maaf dengan nada bicara yang rendah hati dan tidak
dibuat-buat. ·
Kontak Mata dan Bahasa Tubuh: Menunjukkan keseriusan dengan menatap lawan bicara dan tidak
bersikap meremehkan. ·
Siap Menerima Konsekuensi: Tidak memaksa untuk langsung dimaafkan, melainkan siap menerima
dampak dari kesalahan yang dilakukan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
24 |
Iman kepada Hari Akhir |
V |
Disajikan artikel singkat tentang fenomena alam yang
dikaitkan dengan tanda-tanda hari akhir, murid dapat menjelaskan tanda-tanda
hari akhir |
L2 |
Benar/ Salah |
24 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian tanda-tanda hari
akhir menurut ajaran Islam: Tanda-Tanda Kecil (Shughra) (Sebagian besar telah/sedang
terjadi): · Diutus dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW: Awal mula tanda akhir zaman. · Ilmu Agama Diangkat: Wafatnya para ulama sehingga
kebodohan merajalela. · Perzinaan dan Khamr: Tersebar luas dan dilakukan secara
terang-terangan. · Anak Durhaka: Banyak anak yang memperlakukan
ibunya seperti hamba sahaya. · Gedung Pencakar Langit: Orang Arab miskin berlomba-lomba
membangun gedung tinggi. · Waktu Terasa Singkat: Tahun terasa seperti bulan, bulan
seperti minggu, minggu seperti hari. ·
Amanah Diabaikan: Urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya. Tanda-Tanda Besar (Kubra) (Terjadi berurutan, mendekati hari
kehancuran): ·
Munculnya Imam Mahdi: Pemimpin adil yang akan menyebarkan ajaran Islam. ·
Keluarnya Dajjal: Fitnah terbesar, sosok penipu yang membawa fitnah agama. ·
Turunnya Nabi Isa AS: Membunuh Dajjal dan memimpin dunia dengan adil. ·
Ya'juj dan Ma'juj: Suku perusak yang keluar dan membuat kerusakan di muka bumi. ·
Dabbah (Binatang Melata): Binatang yang keluar dari perut bumi dan dapat berbicara untuk
memisahkan mukmin dan kafir. ·
Dukhan (Kabut Asap): Asap tebal yang menutupi bumi selama 40 hari. ·
Matahari Terbit dari Barat: Pintu tobat ditutup. ·
Tiga Gerhana (Khasf): Gerhana di timur, barat, dan Jazirah Arab. ·
Api dari Yaman: Api besar yang menggiring manusia ke padang Mahsyar. ·
Hancurnya Ka'bah: Ka'bah dihancurkan oleh Dzu As-Suwaiqatain (makhluk dari Habasyah). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
25 |
QS Al-A'la |
VI |
Disajikan
pernyataan tentang isi kandungan QS Al-A'la, murid dapat menjelaskan
kebenaran pernyataan tersebut |
L2 |
Benar/ Salah |
25 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian isi kandungan QS
Al-A'la: · Perintah Menyucikan Allah (Ayat 1-5): Memerintahkan untuk bertasbih dan
menyucikan nama Allah Yang Maha Tinggi, Pencipta alam semesta, yang
menentukan takdir, dan memberi petunjuk. · Jaminan Wahyu kepada Nabi Muhammad (Ayat
6-9): Allah menjamin
Nabi Muhammad SAW akan menghafal Al-Qur'an dan tidak akan melupakannya, serta
memerintahkan memberikan peringatan. · Dua Golongan Manusia (Ayat 10-13): Orang yang takut kepada Allah akan
menerima peringatan, sedangkan orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya dan
masuk ke dalam api neraka. · Keberuntungan Orang Beriman (Ayat 14-15): Orang yang menyucikan diri dengan
beriman, mengingat nama Tuhannya, dan mendirikan shalat akan mendapatkan
keberuntungan. · Kritik terhadap Cinta Dunia (Ayat 16-17): Peringatan bahwa manusia sering
mengutamakan kehidupan dunia, padahal akhirat jauh lebih baik dan kekal. · Kebenaran yang Terulang (Ayat 18-19): Pesan-pesan ini juga terdapat dalam
kitab-kitab terdahulu (suhuf) Ibrahim dan Musa. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
26 |
Makanan Halal dan Haram |
VI |
Disajikan data statistik perkembangan produk makanan berlabel
halal di Indonesia, murid menentukan kebenaran pernyataan terkait hukum
makanan halal dan haram |
L2 |
Benar/ Salah |
26 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Makanan halal adalah segala jenis
makanan/minuman yang diizinkan syariat (bersih, aman, dan disembelih secara
Islami), sementara haram adalah yang dilarang (bangkai, babi, darah,
khamar/alkohol). Kriterianya mencakup zat (bahan), cara perolehan, dan proses
pengolahannya. Contoh: Nasi, daging sapi, sayur, ikan, air, kopi
(Halal). Makanan dan Minuman Halal ·
Hewan Ternak: Sapi, kambing, domba, unta, ayam, itik. ·
Hasil Laut: Segala ikan dan hewan yang hidup di air. ·
Nabati: Sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian. ·
Minuman: Air putih, susu, teh, kopi, jus buah. ·
Syarat: Disembelih menyebut nama Allah, tidak tercampur zat haram. Makanan dan Minuman Haram · Zatnya: Babi, darah (marus), bangkai (hewan mati bukan
disembelih, kecuali ikan/belalang). · Binatang Bertaring/Berkuku Tajam: Anjing, tikus, katak, harimau,
burung elang, burung beo. · Minuman Memabukkan: Khamar, bir, anggur (wine), atau
produk fermentasi yang memabukkan. · Faktor Eksternal: Makanan hasil curian, suap, makanan
tercampur najis, atau disembelih untuk sesajen |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
27 |
Iman kepada Qadha dan Qadar |
VI |
Disajikan studi kasus tentang sikap seseorang dalam
menghadapi musibah dan keberhasilan, murid dapat menentukan kebenaran
pernyataan yang berkaitan dengan konsep Qadha dan Qadar |
L3 |
Benar/ Salah |
27 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah
panduan sikap dan penentuan kebenaran pernyataan terkait konsep Qadha dan
Qadar: Sikap Saat
Menghadapi Musibah ·
Sabar dan Ikhlas: Menerima musibah sebagai
ujian dari Allah dan tidak meratapi nasib secara berlebihan. ·
Husnuzan (Berprasangka Baik): Yakin bahwa
ada hikmah di balik setiap takdir buruk, meskipun terasa pahit. ·
Tawakal: Berserah diri kepada Allah setelah melakukan
usaha maksimal untuk mengatasi masalah. ·
Contoh: Mengucapkan kalimat istirja' ("Inna
lillahi wa inna ilaihi raji'un") saat tertimpa musibah. Sikap Saat Meraih
Keberhasilan (Nikmat) ·
Bersyukur: Mengakui bahwa keberhasilan adalah nikmat Allah,
bukan semata-mata karena kehebatan diri sendiri. ·
Tidak Sombong: Sadar bahwa keberhasilan adalah takdir yang Allah
berikan dan dapat diubah atau diambil kembali oleh-Nya. ·
Meningkatkan Amal Saleh: Menggunakan
keberhasilan untuk berbagi dan beribadah lebih giat. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
28 |
Islam Masa Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib |
VI |
Disajikan narasi singkat berisi pernyataan tentang masa
pemerintahan khalifah Utsman bin Affan, murid dapat menentukan pernyataan
yang benar atau salah |
L2 |
Benar/ Salah |
28 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Utsman bin Affan (644–656 M/23–35 H)
menjabat sebagai khalifah ketiga selama 12 tahun, terlama di antara Khulafaur
Rasyidin. Pemerintahan terbagi menjadi dua periode: enam tahun pertama stabil
dengan ekspansi wilayah pesat (Persia, Afrika Utara), dan enam tahun terakhir
ditandai gejolak politik/fitnah karena tuduhan nepotisme. Berikut adalah poin-poin penting masa
pemerintahan Utsman bin Affan: ·
Kodifikasi Al-Qur'an: Prestasi terbesar adalah menyeragamkan bacaan Al-Qur'an menjadi
satu mushaf standar (Mushaf Usmani) untuk menghindari perselisihan. ·
Perluasan Wilayah & Angkatan Laut: Islam meluas hingga ke Armenia, Tunisia, Siprus,
dan Afrika Utara. Utsman juga membentuk angkatan laut pertama umat Islam. ·
Pembangunan Infrastruktur: Memperbaiki sistem ekonomi, perluasan Masjidil Haram dan Masjid
Nabawi, serta pembangunan infrastruktur publik. ·
Tantangan Internal: Periode akhir pemerintahannya diwarnai perlawanan dari kelompok
yang tidak puas, yang berujung pada fitnah besar dan syahidnya beliau pada 17
Juni 656 M. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
29 |
Usia Balig |
IV |
Disajikan wacana kontekstual tentang pertumbuhan remaja,
murid dapat mengidentifikasi tanda-tanda balig dengan keterangan yang tepat |
L1 |
Menjodohkan |
29 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Balig (dewasa) ditandai
dengan ihtilaam (mimpi basah), haid (menstruasi), atau mencapai usia 15
tahun (Qamariyah). Tanda ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan,
menandakan kewajiban syariat (mukallaf) dimulai. Secara biologis, ini
melibatkan perubahan fisik seperti suara memberat, pertumbuhan jakun, atau
pertumbuhan payudara. Berikut adalah tanda-tanda balig dengan
keterangan yang tepat menurut fiqh: · Ihtilaam (Mimpi Basah): Keluarnya air mani (sperma) dari
kemaluan, baik dalam kondisi tidur maupun terjaga, setelah usia minimal 9
tahun Hijriah. · Haid (Menstruasi): Keluarnya darah dari rahim
perempuan secara rutin, biasanya dimulai pada usia 9 tahun Hijriah atau
lebih. · Genap Berusia 15 Tahun: Jika seseorang belum mengalami
mimpi basah atau haid hingga mencapai usia 15 tahun menurut kalender Hijriah
(Qamariyah), maka ia otomatis dihukumi balig. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
30 |
QS Al-Ma'un |
V |
Disajikan penggalan ayat-ayat QS Al-Ma'un, murid dapat
mengkategorikan penggalan ayat dengan hukum bacaan yang tepat |
L2 |
Menjodohkan |
30 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian tajwid pada
beberapa ayat: · Ayat 1: o
أَرَءَيْتَ (A ra'aita): Mad Layin (harakat fathah bertemu ya mati). o
الَّذِي (Alladzî): Alif Lam Syamsiyah (Alif lam bertemu lam) & Mad Thabi'i (kasrah
bertemu ya sukun). o
بِالدِّيْنِ (Bid-dîn): Alif Lam Syamsiyah & Mad Arid Lissukun (Mad thabi'i di akhir
ayat). · Ayat 2: o
فَذٰلِكَ (Fadzâlika): Mad Thabi'i. o
يَدُعُّ (Yadu''u): Huruf 'ain bertasydid dibaca dengan syiddah (penekanan). o
الْيَتِيْمَ (Al-yatîm): Alif Lam Qomariyah (Alif lam bertemu ya). · Ayat 3: o
وَلَا (Wa lâ): Mad Thabi'i. o
يَحُضُّ (Yaḫudldlu): Huruf dhad bertasydid. o
الْمِسْكِيْنِ (Al-miskîn): Alif Lam Qomariyah & Mad Arid Lissukun. · Ayat 4: o
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّيْنَ (Fa wailul lil-muṣallîn): Idgham Bilaghunnah (Tanwin bertemu
lam, |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
31 |
Zakat Mal |
V |
Disajikan deskripsi zakat maal, murid dapat membedakan
jenis zakat maal dengan nishabnya |
L2 |
Menjodohkan |
31 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Zakat maal adalah zakat atas harta kekayaan yang
dimiliki (emas, perak, uang, perniagaan, pertanian, ternak) dengan nishab
(batas minimum) setara 85 gram emas murni atau 595 gram perak, berlaku haul (1 tahun). Kadar zakat
umum adalah 2,5%, kecuali pertanian (5-10% saat panen) dan barang temuan
(20%)
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
32 |
QS Ad-Duha |
VI |
Disajikan potongan ayat-ayat QS Ad-Duha yang acak, murid
dapat menunjukkan ayat dengan terjemahan yang tepat |
L1 |
Menjodohkan |
32 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Surat Ad-Dhuha beserta artinya: · Ayat 1-3 (Penghiburan): o
وَالضُّحٰىۙ ١ = "Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah)," o
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢ = "dan demi malam apabila telah sunyi," o
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣ = "Tuhanmu tidak meninggalkan engkau
(Muhammad) dan tidak (pula) membencimu." · Ayat 4-5 (Janji Allah): o
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤ = "dan sungguh, yang kemudian
itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan." o
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥ = "dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti
memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas." ·
Ayat 6-8 (Pengingat Nikmat): o اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ =
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?. o وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ =Dan Dia
mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. o وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ = Dan
Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan
kecukupan. · Ayat 9-11 (Perintah Sosial &
Bersyukur): o
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩ = "Maka terhadap anak yatim, janganlah
engkau berlaku sewenang-wenang." o
وَاَمَّا السَّۤائِلَ فَلَا تَنْهَرْۗ ١٠ = "Dan terhadap orang yang meminta-minta,
janganlah engkau menghardik." o
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْࣖ ١١ = "Dan terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah
(dengan bersyukur). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
33 |
Asmaul Husna (Al-Ghaffar, Al-Afuw, Al-Wahid, As-Shamad) |
VI |
Disajikan ilustrasi perilaku sehari-hari yang mencerminkan
Asmaul Husna, murid dapat menjodohkan perilaku dengan nama Asmaul Husna yang
sesuai |
L2 |
Menjodohkan |
33 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah rincian
perilaku meneladani masing-masing nama · Al-Ghaffar (Yang Maha Pengampun): o
Memaafkan kesalahan orang
lain tanpa dendam. o
Menutup aib atau keburukan
orang lain. o
Rajin beristigfar memohon
ampun atas dosa diri sendiri. · Al-'Afuw (Yanag Maha Pemaaf): o
Menghapus dendam di hati
terhadap orang yang menyakiti. o
Memaafkan orang lain sebelum
mereka meminta maaf. Memberi maaf dengan tulus dan tidak
mengungkit-ungkit kesalahan. ·
Al-Wahid (Yang Maha Esa): o
Meyakini
hanya Allah yang berhak disembah dan menjauhi perbuatan syirik. o
Menjadikan
Allah sebagai satu-satunya tujuan dalam beribadah dan berdoa. o
Menanamkan
sifat mandiri (tidak bergantung pada makhluk). ·
As-Shamad (Tempat Bergantung): o
Berusaha
mandiri dalam kehidupan sehari-hari. o
Menjadi
orang yang bermanfaat bagi orang lain (menjadi tempat mengadu/bantuan). o
Senantiasa
bergantung dan memohon pertolongan hanya kepada Allah. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
34 |
Islam Masa Abu Bakar dan Umar bin Khattab |
VI |
Disajikan narasi singkat tentang kebijakan-kebijakan
khulafaur rasyidin, murid dapat menjodohkan nama khalifah dengan
kebijakan/prestasi yang dilakukan |
L2 |
Menjodohkan |
34 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Berikut adalah
rincian kebijakan dari masing-masing Khalifah: ·
Abu Bakar
Ash-Shiddiq (11-13 H/632-634 M) o
Perang Riddah: Memerangi nabi palsu, orang murtad, dan
pembangkang zakat. o
Kodifikasi Al-Qur'an: Memulai pengumpulan
mushaf Al-Qur'an atas saran Umar bin Khattab. o
Ekspansi Awal: Mengirim pasukan ke wilayah Romawi dan Persia. ·
Umar bin
Khattab (13-23 H/634-644 M) o
Reformasi Administrasi: Membentuk
Dewan (lembaga negara), diwan al-kharaj (pajak), dan membagi wilayah menjadi
provinsi. o
Keadilan Sosial & Ekonomi: Mengelola
Baitul Maal secara profesional dan reformasi agraria. o
Kalender Hijriyah: Menetapkan kalender
Islam. o
Peradilan: Memisahkan lembaga peradilan dari eksekutif. ·
Utsman bin Affan (23-35 H/644-656 M) o
Standardisasi Al-Qur'an: Menyatukan
bacaan Al-Qur'an dalam satu mushaf (Mushaf Utsmani). o
Perluasan Wilayah: Melanjutkan ekspansi ke
Mesir, Afrika Utara, dan sebagian Asia. o
Pembangunan Infrastruktur: Membangun
armada laut pertama dan merenovasi Masjid Nabawi. ·
Ali bin Abi
Thalib (35-40 H/656-661 M) o
Penataan Aparatur: Mengganti gubernur yang
kurang cakap dan menata kembali administrasi. o
Kebijakan Fiskal: Mengetatkan penggunaan
kas negara dan mendistribusikan harta Baitul Maal dengan adil. o
Stabilitas Keamanan: Berusaha mengatasi
konflik internal umat. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
35 |
Iman kepada qada’ dan qadar |
VI |
Disajikan wacana berita tentang seorang pelajar yang
berhasil memenangkan olimpiade sains setelah usaha keras dan, murid dapat
mengasosiasikan hubungan antara ikhtiar, doa, dan tawakkal dalam Islam |
L2 |
Uraian |
35 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Ikhtiar, doa, dan tawakal adalah satu kesatuan
utuh dalam Islam: manusia diwajibkan berusaha keras
(ikhtiar), memohon hasil terbaik kepada Allah (doa), lalu menyerahkan segala
keputusan akhir (tawakal) kepada-Nya.
Ketiganya menyeimbangkan tindakan lahiriah dan batiniah, menciptakan
ketenangan jiwa, serta mencegah sikap sombong atau putus asa dalam hidup Rincian hubungan
antara ketiga konsep tersebut: ·
Iktiar (Usaha Lahiriah): Ini adalah langkah
pertama, di mana manusia menggunakan seluruh potensi, akal, dan sumber daya
untuk mencapai tujuan. Islam melarang berdiam diri tanpa usaha. ·
Doa (Kekuatan Spiritual): Doa
dilakukan sebelum, saat, dan sesudah ikhtiar sebagai bentuk pengakuan bahwa
manusia lemah dan hanya Allah yang menentukan hasil. ·
Tawakal (Penyerahan Batiniah): Setelah
ikhtiar maksimal dan doa sungguh-sungguh, tawakal adalah berserah diri
sepenuhnya atas hasil akhir. tawakal bukan berarti pasif, melainkan
mempercayai ketentuan Allah adalah yang terbaik. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
36 |
Fathu Makkah dan Haji Wada' |
V |
Disajikan narasi tentang peristiwa Fathu Makkah dan Haji
Wada’, murid dapat menjelaskan perilaku terpuji yang bisa diteladani |
L2 |
Uraian |
36 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Keteladanan dari peristiwa Fathu Makkah dan Haji
Wada' mengajarkan sikap pemaaf, rendah hati
saat menang, menjaga persatuan, dan menghormati hak asasi manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menerapkan
nilai-nilai tersebut dengan memaafkan kesalahan orang lain, tidak sombong
atas pencapaian, serta mengutamakan perdamaian dalam konflik A. Perilaku Terpuji Saat Fathu Makkah
(Pembebasan Makkah) ·
Pemaaf dan Tidak Dendam: Meskipun memiliki kekuatan besar, Rasulullah SAW tidak balas dendam kepada kaum Quraisy
yang pernah menindasnya. Beliau justru memberikan amnesti umum. · Merendahkan Hati (Tawadhu): Saat memasuki Makkah, beliau
menundukkan kepala di atas untanya, menunjukkan ketundukan kepada Allah,
bukan kesombongan sebagai penakluk. · Mengutamakan Perdamaian: Rasulullah memerintahkan pasukannya
untuk menghindari pertumpahan darah dan hanya bertarung jika diserang,
mewujudkan penaklukan yang damai. · Menghormati Penduduk Setempat: Beliau menjamin keamanan bagi
mereka yang masuk ke rumah Abu Sufyan, rumah mereka sendiri, atau Masjidil
Haram B. Perilaku Terpuji Saat Haji Wada' (Haji Perpisahan) · Menyampaikan Pesan Persamaan (Kesetaraan): Nabi menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara orang Arab dan
non-Arab, serta semua manusia setara di hadapan Allah kecuali dengan
ketakwaannya. · Menjunjung Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM): Beliau menekankan perlindungan hak darah, harta, dan kehormatan
sesama muslim, serta hak-hak wanita. · Menepati Janji dan Perjanjian: Beliau
mengajarkan untuk selalu menepati janji (hidup berdampingan antar suku). · Kasih Sayang dan Persaudaraan: Beliau
mengajarkan persaudaraan Islam yang kuat dan saling membantu. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
37 |
Akhlak terhadap Tetangga dan Non Muslim |
VI |
Disajikan artikel berita tentang kerukunan antar umat
beragama di suatu tempat, murid dapat menerapkan sikap toleransi kepada
tetangga dan non-muslim |
L3 |
Uraian |
37 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Contoh Sikap Toleransi dalam Kehidupan
Sehari-hari: · Menghormati Ibadah: Memberikan kesempatan dan
ketenangan kepada tetangga yang sedang menjalankan ibadah, seperti tidak
membuat kebisingan. · Berbuat Baik dan Adil: Berbuat baik dan adil kepada
tetangga non-muslim yang tidak memerangi dalam urusan agama, sesuai ajaran
Islam. · Silaturahmi Sosial: Tetap menjalin hubungan baik,
saling membantu dalam kesulitan, dan menjaga kerukunan bertetangga. · Berbagi Kebahagiaan: Saling memberi makanan atau berbagi
rezeki (halal) tanpa memandang perbedaan keyakinan. · Menghargai Hari Besar: Menghormati perayaan hari besar
keagamaan mereka tanpa harus mengikuti ritual ibadahnya. · Menghargai Perbedaan: Menerima perbedaan keyakinan dengan
bersikap terbuka dan tidak sombong. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
38 |
Puasa Sunnah |
VI |
Disajikan data infografis jenis-jenis puasa sunnah dalam
Islam beserta waktunya, murid dapat menjelaskan hikmah melakukan puasa sunnah
|
L2 |
Uraian |
38 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Puasa sunnah hikmah dan
keutamaan 1. Senin-Kamis (Puasa mingguan) o
Waktu Pengangkatan Amal: Rasulullah
SAW ingin amalnya dilaporkan saat beliau sedang berpuasa, menjadikannya saat
yang istimewa untuk beribadah. o
Ampunan Dosa: Hari
Senin dan Kamis adalah hari di mana dosa-dosa hamba diampuni, kecuali bagi
mereka yang saling bermusuhan. o Pintu Surga Dibuka: Pintu-pintu surga
dibuka pada kedua hari tersebut, membuka kesempatan luas untuk ketaatan. 2. Ayyamul Bidh (Setiap pertengahan bulan
hijriah tgl 13-14-15) o
Pahala Setahun Penuh: Puasa
3 hari setiap bulan dilipatgandakan menjadi 30 hari kebaikan. Rutin
melakukannya setara dengan puasa setahun. o Mengikuti Sunnah
Rasulullah SAW: o Merupakan amalan yang
wasiatkan Rasulullah SAW kepada sahabat dan tidak pernah beliau tinggalkan. o
Menghapus Dosa Kecil: Sebagai
sarana pembersihan jiwa dan hati, serta menghapus dosa-dosa kecil. 3. Puasa Syawal (6 hari setelah Ramadhan) o
Pahala Setara Puasa Setahun Penuh: Rasulullah
SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan
kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti
setahun penuh." (HR. Muslim). o Perhitungan Lipat
Ganda: o
Penyempurna Ibadah Ramadhan: Puasa
enam hari Syawal bertindak sebagai "rawatib" atau ibadah pelengkap
untuk menutupi kekurangan atau cacat pada puasa wajib Ramadhan, layaknya
salat sunah rawatib melengkapi salat fardu. o
Tanda Diterimanya Amal: Keinginan
untuk berpuasa kembali setelah Ramadhan menunjukkan tanda diterimanya ibadah
seseorang dan bukti keistiqomahan dalam beribadah. o
Wujud Syukur: Melanjutkan
puasa di bulan Syawal adalah bentuk syukur atas kemampua 4. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) o
Penghapus Dosa Dua Tahun: Berdasarkan
hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat
menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. o Waktu Mustajab dan
Istimewa: Hari Arafah adalah salah satu hari
terbaik di mana Allah SWT membanggakan hamba-Nya yang sedang wukuf kepada
malaikat, dan puasa di hari ini adalah amal yang sangat dicintai Allah. o
Mendapat Taufik: Penghapusan
dosa setahun ke depan dapat diartikan Allah memberikan taufik agar
seseorang lebih terjaga dari maksiat. o Pahala Berlipat: Ibadah pada 10 hari pertama Zulhijah (termasuk puasa 1-9
Zulhijah) memiliki pahala yang sangat besar dibanding hari lainnya. 5. Puasa Tasu'a & Asyura (9-10 Muharram) o Penebus Dosa Setahun
Lalu: Puasa
Asyura (10 Muharram) secara khusus diharapkan dapat menghapus dosa-dosa kecil
selama satu tahun sebelumnya. o Sebagai Pembeda
(Mukhalafah): Puasa Tasu'a (9 Muharram) dianjurkan untuk menyertai
Asyura guna menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10
Muharram saja. o Menghidupkan Sunnah
Rasulullah: Nabi Muhammad SAW berkeinginan puasa di hari ke-9 dan
ke-10, yang menunjukkan pentingnya kedua hari ini. o Syukur atas
Keselamatan Nabi Musa: Puasa ini didasarkan pada rasa syukur karena Allah
menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. o Kelebihan Bulan
Muharram: Puasa di bulan ini dianggap sebagai salah satu puasa
sunnah yang paling utama setelah bulan Ramadan. 6. Puasa Sya'ban (Melatih diri siap
mengerjakan puasa Ramadan) o
Momentum Diangkatnya Amalan: Bulan
Sya'ban adalah waktu diangkatnya amalan manusia selama setahun kepada Allah
SWT. Rasulullah SAW menyukai amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa. o Persiapan Menyambut
Ramadan: o Puasa Sya'ban
berfungsi sebagai pemanasan atau latihan fisik dan spiritual agar tubuh dan
jiwa lebih siap melaksanakan puasa wajib di bulan Ramadan dengan optimal. o
Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW: Aisyah
RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW paling sering melaksanakan puasa sunnah di
bulan Sya'ban dibandingkan bulan-bulan lainnya (selain Ramadan). o
Membayar Hutang Puasa (Qadha): Sya'ban
merupakan waktu yang tepat untuk mengqadha atau membayar hutang puasa
Ramadhan tahun sebelumnya. o
Mendapatkan Ampunan Dosa: Pada
bulan Sya'ban, khususnya malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT memberikan ampunan
kepada hamba-Nya, kecuali mereka yang menyekutukan Allah atau
bermusuhan/dendam. o
Meningkatkan Konsistensi Ibadah: Puasa
di bulan yang sering dilalaikan manusia (di antara Rajab dan Ramadan)
menunjukkan konsistensi dalam ketaatan 7. Puasa Daud (Selang sehari) o Puasa Sunah Terbaik: Rasulullah SAW
bersabda bahwa puasa Daud adalah puasa yang paling dicintai Allah dan
merupakan puasa sunah yang paling utama. o Meningkatkan Ketaqwaan
dan Kedisiplinan: Dilakukan
secara konsisten, puasa ini membantu melatih kesabaran, mengendalikan hawa
nafsu, dan membentuk karakter yang lebih taat o Penyucian Jiwa dan
Mental: Puasa
ini mendidik untuk tidak terikat pada kesenangan duniawi secara berlebihan
(sehari senang-sehari prihatin). o Kesehatan Fisik
(Detoksifikasi): Secara
medis, pola selang-seling ini bertindak sebagai intermittent fasting yang
membantu detoksifikasi, meningkatkan metabolisme, menjaga kesehatan jantung,
serta mengontrol gula darah. o Benteng Diri: Menjadi perisai dari perbuatan maksiat dan membantu menjaga lisan serta pikiran. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
39 |
Akhlak terhadap Hewan dan Tumbuhan |
VI |
Disajikan gambar
tentang maraknya perburuan hewan liar dan deforestasi di Indonesia,
murid dapat memberikan solusi konkret |
L3 |
Uraian |
39 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
Solusi Terhadap Perburuan Hewan Liar · Kampanye Anti-Satwa Peliharaan Liar: Murid dapat membuat kampanye di
media sosial atau mading sekolah tentang bahaya memelihara satwa dilindungi
(seperti orangutan, burung nuri, atau harimau) untuk memutus rantai
permintaan (demand). · Melaporkan Perdagangan Ilegal: Murid dapat berperan aktif
melaporkan peredaran satwa liar atau produk turunannya (kulit, taring) di
pasar atau media sosial kepada BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam)
setempat. · Edukasi Sebaya (Peer Education): Membuat kelompok studi atau
melakukan presentasi di kelas mengenai peran penting satwa liar dalam menjaga
keseimbangan ekosistem. 2. Solusi Terhadap Deforestasi
(penghilangan hutan alam secara permanen) · Aksi Reboisasi Sekolah & Lingkungan: Murid dapat inisiatif menanam pohon
di lingkungan sekolah, halaman rumah, atau mengikuti kegiatan penanaman
mangrove di pesisir. · Mengurangi Penggunaan Kertas (Paperless): Deforestasi sering kali didorong
oleh industri pulp dan kertas. Murid dapat mengurangi penggunaan kertas
dengan memaksimalkan penggunaan media digital untuk tugas sekolah. · Mendukung Produk Ramah Lingkungan: Murid dapat belajar memilih produk
yang bersertifikat berkelanjutan (misalnya produk kayu atau kertas berlabel
FSC) dan menghindari produk hasil tebang liar (illegal logging). · Mengadakan Kampanye Go Green: Membuat program daur ulang sampah
di sekolah untuk mengurangi kebutuhan material baru yang diambil dari
hutan. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
40 |
QS Al-A'la |
VI |
Disajikan tafsir QS Al A’la : 14-15, murid dapat
mengaitkan tafsir tersebut dengan upaya membersihkan jiwa dalam kehidupan
sehari-hari |
L2 |
Uraian |
40 |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|
-
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ Sesungguhnya beruntunglah orang
yang membersihkan diri (dengan beriman), -
وَذَكَرَ ٱسْمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia
sembahyang. Pentingnya Tazkiyatun Nafs (Penyucian
Jiwa) (Ayat 14-15) Pesan: Beruntunglah
orang yang mensucikan diri (dari syirik dan akhlak tercela), mengingat Allah,
dan mendirikan shalat. Nilai: Kesehatan
mental dan spiritual lebih utama daripada sekadar penampilan fisik atau
materi. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Tidak ada komentar:
Posting Komentar